CERDAS MENGAMBIL CELAH PASAR BUMBU KELAS EKONOMIS, MENANGKAP PELUANG USAHA BUMBU PASTA #KURSUS BUMBU PASTA « YuyunAnwar.Com
pelatihan-kuliner-yuyun-anwar

Jumat, 20 Mei 2016

CERDAS MENGAMBIL CELAH PASAR BUMBU KELAS EKONOMIS, MENANGKAP PELUANG USAHA BUMBU PASTA #KURSUS BUMBU PASTA


Saya tidak sedang membahas raja bumbu pasta yang banyak dikuasai oleh merk terkenal di Indonesia yang memiliki modal besar. Sebut saja Indofood yang banyak mengelontorkan aneka bumbu instan di pasaran. Kenapa tidak perlu dibahas , mereka dengan dan besar kuat kemampuan ber iklan sudah mampu membius pasar bumbu pasta siap saji instan di Indonesia.
Ibu ibu adalah target utama yang paling banyak menggunakan bumbu instant saat memasak. Pertimbangan ekonomis irit, jauh lebih enak membeli satu sachet bumbu rawon disbanding membuat sendiri bumbu rawon yang hrs ngumpulin kluwek, bawang merah, bawang putih dan aneka rempah lain yang pasti lebih ribet dan jatuhnya mahal. Bumbu tiap hari digunakan.
Pasar bumbu pasta siap saji begitu besar, jangan hanya melihat di rak supermarket dimana deretan merk terkenal terpampang megah, tapi pasar tradisionalpun dimana ada pedagang rempah segar pun bumbu semacam ini banyak dibutuhkan.
Salah satu yang jadi bahasan saya kali ini adalah cerdasnya UKM yang mampu mengisi pasar bumbu khusus pasar tradisional dengan harga murah. BMM atau yang lebih dikenal dengan nama bumbu mahmudah adalah salah satu ukm dari Sidoarjo jawatimur yang sudah sukses mengambil hati pelanggan khusus yakni harga terjangkau.
Mengamati perilaku pasar, para ibu ibu dengan budget yang pas pasan, pastinya memilih yang ekonomis merupakan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Secara fisik bumbu mahmudah tidak tampil memikat selayaknya merk besar, kemasan kantong sederhana seolah menyiratkan yang penting adalah bumbu bukan bungkus, karena bungkus membuat mahal. Secara berat dan bentu, Bumbu BMM jauh lebih berat jika disbanding head to head dengan pesaingnya . Ini secara psikologis akan memberikan benefit fisik, pembeli merasa untung karena BMM lebih besar, lebih murah,lebih banyak meski bungkusnya biasa saja.
Setiap hari ribuan BMM dibeli, harga berkisar di 1500 per pack pastilah lebih murah disbanding pesaing. Pasar yang luar biasa gurihnya, tanpa banyak persaingan berarti BMM sudah menguasai beberapa pasar tradisinal di jatim bahkan di luar jatim.
Kesederhanaan yang murah barangkali itu yang ingin disampaikan membuat pembeli loyal. Padahal  jika mau jujur, untuk membuat masakan lebih enak, barangkali butuh dua kali bahkan tiga kali . Sebenarnya BMM lebih murah karena lebih cair dibanding pesaing. Pembeli tidak peduli kok, yang penting murah, besar dan praktis. Jadi selalu ada cara cerdas masuk ke pasar tanpa harus bersaing mati matian dengan pemain besar.

Jadi UKM, masih tertarik dengan peluangnya. Cari cara cerdasmu masuk di pasar bumbu tradisional kemasan. Banyak peluang disana.

Yang tertarik ingin memahami dan belajar kelas bumbu pasta tanggal 26 mei 2016. Yuk segera daftar di 08176456368

0 komentar