YuyunAnwar.Com
buku-yuyun-anwar-1         buku-yuyun-anwar-2
buku-yuyun-anwar-1         buku-yuyun-anwar-2
buku-yuyun-anwar-1         buku-yuyun-anwar-2

Latest Release

Rabu, 06 Maret 2019

MANAGEMEN WARUNG KATERING TANPA CHEF (MENGGUNAKAN OPERATOR KELAS C), METODE RE-NEW SQEFOP DI YOGYA MARET 2019
Siapapun tahu jika UKM bisnis kuliner dengan modal terbatas biasanya hire karyawan dengan harga murah, pasti kwalitasnya tidak sebagus seorang chef yang memiliki pendidikan khusus.
Faktanya , rata rata pebisnis kuliner UKM memulai usaha kuliner tanpa dasar pengetahuan kuliner bahkan food safety, dengan modal dua kompor bahkan bisnisnya meledak menjadi 4 cabang karena bisnis kuliner di era 4.0 sedang naik daun.
Menyadari bahwa medan bisnis sudah banyak berubah, katering dan warung bukan lagi usaha yang dimasak hari itu habis hari itu, atau dikelola oleh tenaga yang punya pengetahuan matang tentang kuliner, tapi sebuah bisnis yang melibatkan proses di dapur pusat untuk di develop, disimpan,dikirim disimpan lagi di outlet lalu disajikan. Proses yang kompleks dimana semua tahapan itu perlu dikendalikan agar penyajiannya memenuhi tuntutan konsumen GPL (gak pakai lama).
Tahun 2016, saya sudah memulai membuat semacam model semi processed food dengan menggunakan tehnologi di pabrikan agar efisien,murah,cepat dan mudah disajikan oleh siapapun. Model itu saya beri nama SQEFOP yakni Smart Quick Eficient For Food Production dimana Dapur pusat menjadi sebuah unit yang harus menyiapkan makanan di outlet/sajian begitu mudah disajikan oleh siapapun dengan waktu singkat, seperti menyiapkan makanan instan. SQEFOP ini didukung oleh 8 tehnologi praktis yang bisa digunakan oleh pengusaha untuk membuat kinerjanya cepat dan mudah di foto copi. Indikator bisnis hanya satu terukur dan mudah dicopi.
Bulan ini Kelas 3 days workshop biz catering warung tanpa chef (manajemen produksi dengan operator) akan diadakan di Yogyakarta tanggal 28,29,30 Maret 2019, untuk memenuhi tuntutan beberapa teman agar memilih Yogya sebagai kota tengah dan pusat kuliner. Kelas ini akan diselenggarakan dengan Kursus Kue Fortune Semarang di Yogya, Fortune . Kelas ini banyak mengalami perubahan dan re new materi mengingat bisnis kuliner terus berkembang.
Haloo, teman teman Pebisnis kuliner,pemerhati kuliner silahkan paging terus IG yuyun_anwar agar tidak ketinggalan informasinya.
See u di yogyakarta, kita belajar di kota kreatif dedengkot kuliner Indonesia.








KELAS PINTAR MENGOLAH MASAKAN

Suka punya masalah tehnis membuat masakan buat warung agar tetap enak, murah dan dan mudah disajikan ?. Bingung cari kursus masak apa yang bisa menjadi solusi ?. YAI menyelenggarakan kursus masak singkat yang akan memperdalam kemampuan mengolah makanan untuk bisnis. Bersama Ibu Farin, Farin Anwar Kulinerpangan Team YAI akan mengajakan secara khusus tehnik dan cara yang sudah di riset oleh YAI. Kelas ini membahas tehnik tepat dan cepat mengolaha makanan agar bisnis melesat.
Materi Kelas sangat populer dari kelas sambal dalam kemasan solusi agar sambal awet, mengolah siomay batagor agar tetap kenyal dan enak, Bakso malang beserta kuah, Mie segar untuk gerobak atau resto, Pempek dan otak otak agar tahan lama dan tetap enak selama dijual sampai jajanan pedas cireng,seblak ,macaroni serta cilok kuah yang bisa tahan lama dan juga bisa dijual di kaki lima atau resto. Bisa dipilih produk dan paket yang sesuai dengan bisnis anda.
Daftar segera LezatAcademyCooking . Jangan Lupa Discount sebesar 25% untuk yang join 4 paket kelas. Buruan. Amankan Seatmu.


Jumat, 01 Februari 2019

WORKSHOP MANAGEMENT RESTO, YOGYA TANGGAL 23-24 PEBRUARI 2019
Berbisnis kuliner bukan hanya resto, kafe, warung bahkan katering sampai snack box pada intinya adalah bisnis jasa yang menggunakan makanan sebagai medianya.
Bisnis kuliner di era digital berkembang luar biasa, era industry 4.0, dengan segala kemudahan yang akhir nya membuat usaha resto GPL gak pakai lama. Ribuan usaha bisnis tumbuh tapi yang bertahan hanya beberapa saja. Bahkan industry kuliner terbilang mudah patah mengingat entry barriernya rendah.
Tapi, beberapa resto besar semacam mc Donald, KFC, bahkan Burger King mengapa tetap sustain ratusan tahun? Dan faktanya resto lokal yang sedang naik daun semacam Upnormal, Bakso Boedjangan, Boksa Bakso, Bebek Dower, Mr Suprek, Waroeng Steak, Hara chicken, Food Opera, Nasi uduk Palagan dan seterusnya yang tidak bisa disebut kan, MENGAPA dengan cepat,mudah berkembang membuka cabang atau omzetnya meningkat?.
Bisnis kuliner itu ada ilmunya. Ada metodenya. Kelas workshop 2 hari ini tidak bicara teori di awang awang, tapi memang diajarkan oleh ahli nya dari Praktisi branding, Praktisi resto kelas dunia n lokal, Ahli supply chain sampai Praktisi tehnologi olahan agar menu tetap untung dan mudah disajikan.
Tentu saja, kelas ini bukan hanya tentang metode ilmiahnya tapi pasti sharing model usaha yg biasanya sering digunakan UKM sehingga bisa buka resto cepat.
Pemula usaha kuliner, penting untuk tahu ilmunya, agar tidak gagal, wajib join.
Pengusaha yang bingung happy karena banjir order, juga bisa temukan solusi disini.
Pengusaha resto yang brand restonya lagi moncer atau bahkan yang sedang jatuh pun bisa temukan jawabannya.
Pengusaha resto katering snack box kue atau toko roti yang ingin bisnis nya tetap sustain dan profitable wajib paham ilmunya. Temukan di kelas ini.
Bahkan, di kelas ini yg punya masalah menu dari menghitung sampai tehnologi nya, bisa diskusi untuk di selesai kan saat itu juga. Saya, pribadi selalu ingin memberikan solusi cepat. Bawa menu nya, bawa masalahnya, di luar skedul kelas kita menepi, selesaikan. Tunggu apa lagi?. Pasti kan seat anda aman. Hubungi mas kasim.
#foodsafety #rantaidingin #bisniskuliner

Sabtu, 15 Desember 2018


FOOD SAFETY CHALLENGES FOR INDUSTRY 4.0,
A SEMINAR
Review Singkat dan Analisa Dampak Food Safety Appliance di Industry Culiner
By Yuyun Anwar, praktisi kuliner dan olahan pangan

Depth in seminar ini banyak dihadiri oleh ahli tehnologi pangan dan industry olahan makanan besar yang sudah memiliki brand besar, bahkan mungkin saya satu satunya dari UKM yang dianggap “kurang” industry tapi banyak menggerak ekonomi Indonesia, yakni kuliner UKM.

Pencanangan RoadMap Revolusi Industri 4.0 oleh presiden  bulan april 2018 dimana  Industri 4.0 di Indonesia akan dimulai dengan pengembangan lima sektor manufaktur yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, dan industri elektronik. Airlangga menuturkan sektor tersebut dipilih setelah melalui evaluasi dampak ekonomi dan kriteria kelayakan implementasi yang mencakup ukuran PDB, perdagangan, potensi dampak terhadap industri lain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar. Mengutip laporan lembaga riset McKinsey pada 2015, dampak revolusi industri 4.0 akan tiga ribu kali lebih dahsyat dari revolusi industri pertama di abad ke-19.

Apa sih Industry 4.0 dan hubungannya dengan foodsafety?
Diisi oleh 5 pembicara yang memang pakarnya, mungkin ini satu satunya seminar yang secara khusus membahas detail tantangan food safety di era industry 4.0. Dengan secara bertahap memberikan paparan dari pemerintah yang dalam hal ini adalah kementrian perisdustrian diwakili oleh Sekjen Industri Agro. Tidak ada catatan spesifik selain mengutip kebijakan making Indonesia for Industry 4.0. Yang paling mengejutkan tidak banyak industry yang siap menghadapi 4.0, hanya 13% yang siap, yang 35 merasa siap dan sisanya bahkan belum tahu mau kemana. Industry makanan yang sudah menerapkan disebutkan 4 brand besar, yang mulai melakukannya dari hulu. Seperti biasa pemerintah akan menjadikan sector makanan minuman sekitar 35% kontribusinya dari seluruh sector yang ditetapkan diatas. Fokus utama pada Halal food dan Indonesia adalah F&B ASEAN Powerhouse .


Bagaimana aturan food safety di era disruption ini ?
Menyusul pembicara kedua dari Dir regitrasi Pangan Olahan, tentang strategi regulatory Industry 4.0. Kesiapan badan BPOM ini masih menyoroti hal hal tehnis saja sebagai upaya antisipasi meski belum detail, sepertinya focus BPOM hanya di Industry perusahaan Makanan yang terlihat kapasitasnya gede.Inovasi yang dilakukan BPOM tetap pada basis resiko. Yang Terbaru, BPOM menambah satu divisi yang akan bergerak untuk menangani fraud food, iklan label dan  cyber crime yakni divisi Penindakan dari Polri,jadi sepertinya Penindakan langsung bisa dilakukan ke depan. BPOM saat ini menjadi collaborator. Menyadari bahwa urusan food safety paling banyak berkaitan dengan UMKM dan UKM, agar mempercepat prosesnya, beberapa perusahaan besar diharapkan sudah menerapkan self regulatory control dan yang paling seru adalah penerapan QR code untuk industry obat sampai pada traceability asal produk,sedang makanan pada makanan olahan QR code memastikan bahwa makanan tersebut sudah teregister.Isu Isu yang lebih spesifik dan jadi tuntutan ke depan adalah allergen, authenticity, GMO, Organik dan bahkan asal usul bahan. Konsumen utuh informasi lengkap dari sebuah produk makanannya saat akan dikonsumsi.


Pengembangan dan Tantangan Food Industry 4.0, perlukah ?.
Penyampaian Prof Purwiyatno, kali cukup mengelitik dengan cerdas dan lugas mendefinisikan perubahan pola hidup dan pola pikir mileneal yang akan berdampak terhadap urgensi dan penyesuaian aplikasi foodsafety di usaha makanan dengan gaya hidup : malas, entitled, tehno addict dan narcism. Ciri ciri makanan minuman yang bakal mudah diterima di industry 4.0 adalah dengan karakter cepat, mudah, personalize, informative (traceability), visual , dampak social, entertaining dan smart. Jadi perubahan mendasar food safety adalah : dari REAKTIF menjadi INISIATIF. Tidak bisa kebijakan food safety hanya menjawab munculnya masalah atau handling masalah tapi menjawab trend dan kejadian ke depan (inisiatif). Jawaban dari perubahan perilaku diatas adalah digitalisasi Nilai Pangan. Digitalisasi masih pada konsep food safety yang berbasis Jasmani (ancaman fisik,mikrobiologi,kimia) dan rohani (agama,keyakinan, budaya), adahal baru food safety based on rohani (sesuai dengan era milenial tuntutan lebih personalize). Digitalisasi nilai pangan memastikan INFORMASI tersedia, dapat dibaca, dapat diambil/simpan, transferable, communicable dengan menggunakan smart device. Memang informasi yang melingkupi makanan yang kita konsumsi belum sesuai dengan kebutuhan diatas. Inovasi adalah jawaban agar proses digitalisasi nilai pangan berdasarkan food safety yang harus lebih baik dari sisi : taste, praktis, health, halal, keterjangkauan dan seterusnya.


Food safety testing for industry 4.0 ?
Pada bahasan ini prof Endang sutriswati lebih cenderung membahas tehnis bagaimana melakukan uji unutk menjaga keamanan pangan berdasarkan tuntutan yang lebih komplek dan variatif. Tentu saja peralatan canggih semacam Elisa kit, PCR dan seterus nya memang diperlukan. Sadar meski untuk beberapa uji tidak bisa dilakukan cepat sebagaimana tuntutan kini.

Designing food for Industry 4.0, Ada kah yang baru ?
Materi yang disampaikan Prof Ratih Dewanti ini lebih bersahabat dan tidak kaku saat menjalankan Food safety management.Tantangan Industry pangan 4.0 adalah pertama, meningkatnya minimalis prosess produk, ready to eat dan faster distribution. Kedua, Dinning out with ready meals dan fresh meal, ketiganya munculnya foodborne di sayuran, daging, seafood, RTE dan susu. Keempat, permintaan variasi produk , transparansi produk dari nutrisi sampai asal (perlu IT) dan terakhir Tracability from field to plate yang bisa dimonitor (butuh digitalisasi). Dengan tantangan tersebut dibutuhkan inovasi analisa dan testing food yang cepat dan akurat.
Untuk mendesign food safety yang modern tetap berbasis GMP/SSOP, HACCP dengan konsep risk analysis sebagai regulator. Risk managementnya bersarkan tujuan mengendalikan bahaya, aplikasi tujuan itu aplikable dan efek dari frekwensi . Tetap pada prinsip penyelenggaraan food safety dari monitoring, validasi dan verifikasi untuk menjamin munculnya bahaya.
Yang istimewa dari penjelasan ini adalah, konsep food safety lebih ramah terhadap perubahan tidak focus pada uji dan parameter tetap tapi bisa berdasarkan efek dan kebiasaan dan out put data per hari. Industry 4.0 pasti sangat terkoneksi dengan food safety karena penggunaan IT untuk mengumpulkan data dari supplier sampai plate, lebih cepat. Proses informasi lebih singkat dan akurat. 


Food Safety Challenges Food Industry 4.0 terhadap Bisnis Kuliner ?
Mari kita kembalikan dengan situasi nya dengan bisnis kuliner yang sebenarnya part of food industry. Sayangnya, food safety on culinary biz tidak terlalu diangkat karena masih dianggap sebagai bisnis terlihat recehan.
Faktanya yang mungkin akan muncul sebagai pemenang adalah UKM karena proses bisnisnya lebih cepat dan sederhana . Too high cost bagi industry makanan besar untuk melakukan perubahan cepat . UKM terutama bisnis resto,dimana trend  (dine out, leasure, praktis,cepat gak pake lama, personalize, narsis) dapat disediakan di bisnis resto. Ingat sector makanan mengambil peran besar dalam era industry 4.0.
Aplikasi food safety di jasa boga resto tidak se sempurna industry makanan yang memang dari awal sudah disiapkan dengan sarana dan prasarana yang bisa mengurangi munculnya bahaya pangan. Program dasar membuat usaha makanan yang berupa standard sanitasi higin dan SOP sudah dipersiapkan dengan baik untuk di validasi bahkan sampai verify pihak luar dalam hal ini oleh BPOM. Proses ini tidak akan terjadi pada usaha kuliner. Padahal risk managemen nya hampir sama dengan industry makanan yang spread of hazardnya juga luas spectrum nya.

Apa Saja Yang Perlu Diwaspadai Oleh UKM Kuliner terkait Food Industry 4.0
1. Quality during Distribution, trend munculnya jasa antar makanan yang sebenarnya adalah distribusi dalam waktu singkat , dimana ada tahapan di luar kendali manajemen internal yang mengantar makanan ke konsumen, padahal sumber makanan dari kita. Mengingat grab atau gojek, belum memiliki divalidasi apalagi di veryfikasi oleh regulator akan kemampuan menjaga cross kontaminasi silang selama mengirim makanan siap saji. Fast dan ready to eat, begitu sampai langsung disantap, tidak menjadi alasan jasa antar makanan dengan aplikasi IT tidak perlu syarat khusus untuk mengantar makanan. Cross contamination bisa saja automatis tingkat keparahannya karena debu di jalanan misalnya. Sudah kah ada aturan harusnya jasa antar makanan menggunakan wadah yang aman, melindungi makanan dari bahaya debu, tetap dingin/hangat, tetap bersih dan seterusnya sesuai dengan janji kita ke konsumen. Ini akan jadi wacana yang bisa memaksa jasa antar makanan pun harus memiliki fasilitas dan syarat yang sesuai food safety, jika tidak, tidak boleh ber operasi.
2. Kecepatan Penyajian , Gak pake lama, adalah hukumnya milenial, untuk UKM resto yang masih mengandalkan cara tradisional harus mulai mencari tehnologi dan metode terbaru agar makanan mudah disajikan. Dijamin resto anda akan ditinggalkan konsumen jika penyajian lama.
3. Memastikan kwalitas tetap sesuai janji. Belum ada alat ukur digital dengan sekali sentuh yang bisa menghitung berapa jumlah bakteri pembusuk dalam sepiring sate,sehingga mau tidak mau kerja keras untuk menjaga kwalitas menjadi penting. Begitu abai, kebiasaan untuk selalu berbagi informasi ,menyebabkan kwalitas jelek lebih mudah menyebar.
4. Pembenahan secepatnya basic sanitasi higin karena sumber kontaminasi terbesar adalah dari standard awal dan perilaku yang menjadi ancaman food safety. Membuat food safety by design lebih irit biaya dari pada memperbaiki atau bersikap reaktif terhadap kasus food safety.
5. Traceable all step. Semua tahapan harus terdata dan bisa diolah dengan IT sehingga konsumen bisa menerima informasi akurat sepiring nasi goreng beras nya dari daerh x, bawang yang free pestisda dan seterusnya. Dimana tuntutan konsumen yang pasti akan diakomodir oleh regulator untuk diwajibkan labelingnya. Ingat label allergen, halal,organic dan seterusnya akan wajib.
6. Up date saji makanan sesuai dengan kebutuhan dan menarik di foto akan membuat bisnis kuliner makin terangkat cepat di media social karena yang unik lebih sering di share.
7. Re engineering Menu, menyesuaikan menu agar profit, efisien, efektif dan manufactrable. Menu yang sulit dan prosesnya lama tidak disukai.
8. urus legalisasi bisnis kuliner sedini mungkin untuk mengurangi munculnya ancaman food safety.  





Selasa, 11 Desember 2018



PIALA BERGILIR BISNIS KULINER
Yuyun Anwar, praktisi kuliner dan olahan pangan

UKM berbisnis kuliner dengan level entry barrier rendah. Era 4.1 ditandai dengan kreatifitas yg luar biasa. Kreatif membuat model bisnis, lalu di besar kan dengan traffic, setelah itu disajikan makanannya. Yang memiliki kemampuan mendatangkan massa dengan menggunakan tehnologi IT, tentu saja akan menjadi pemenangnya. Duplikasi lebih cepat karena value bisnis bisa dijadikan modal. Tidak perlu mengundang bank dengan aturan njelimetnya atau masuk bursa saham dengan rigid standar nya. Kerja sama, bagi hasil, kemitraan, crowd funding, ala ala franchise dan seterusnya tetiba jadi begitu populer di kalangan mereka. Berlari cepat, meniup balon, bergantung di gelembung udara bisnis yg disebut traffic atau ramai alias byk penggemar, menjadi kan bisnis kuliner mereka ibarat jamur. Tumbuh dengan cepat dan membesar. Taraaa, muncul lah jawara pebisnis kuliner dengan piala berderet di tangan nya. Semua seolah melihat this is best resto. Model bisnis nya layak di contoh. Latah semua ikutan. Dengan claim kekinian, milenial atau leasure experience yg kebanyakan not talking about food. Bahkan ada yg bilang, makanan cuma media, yg penting model bisnis dan traffic nya.
PIALA BERGILIR, Fenomina yg sama hampir mirip dengan bisnis exportir yg tukang jahit yg tdk punya brand. Hanya tukang jahit. Buyer akan meninggalkan saat bertemu yg lebih efisien. Tidak ada loyalist.
Bedanya, di bisnis kuliner, konsumen akan pelan pelan meninggalkan jika tidak menemukan makanan yg dicari. Lidah dan traffic dua hal yg berbeda, traffic bisa ditiup kapan pun, lidah tidak bisa bohong.
Traffic bisa didatangkan dalam semenit, sementara konsistensi kwalitas makanan tidak bisa disulap dalam semenit. Membentuk team work yg peduli food quality butuh waktu, tidak secepat meniup balon traffic.
Kita akan melihat piala itu BERGILIR dari satu pemain ke pemain lainnya jika tidak mampu menjaga lidah konsumen.
Bikin model bisnis yang unik agar mudah mendatangkan konsumen, sajikan good kwalitas food yg di janji kan, pelan dan pasti tumbuhnya, maka piala tetap di tangan, meski butuh waktu lama.
Jangan terburu meniup balon gede karena napsu.

YANG DITUNGGU TUNGGU WORKSHOP BAKSO SAPI DI SEMARANG DAN YOGYA
CARA CERDAS BERBISNIS BAKSO DENGAN FOOD SAFETY DAN RANTAI DINGIN

Menunggu waktu hampir satu tahun untuk membuat skedul kelas bakso ini. Banyak yg tanya dan inbox kapan bu yuyun mengajar bakso lagi.
Terjawab sudah, di akhir tahun 2018, tanggal 19 desember di semarang, dilanjut di yogya tanggal 21 desember bersama Fortune Baking Festival Semarang. Ingat tanggal nya. Hanya yogya dan semarang.
Mengapa bisnis bakso dibilang cerdas?.
Karena bakso adalah makanan yg tidak ada matinya, popular, digemari semua kalangan serta termasuk addict food (bikim nagih dan kangen). Cerdas, kalau uang anda pas pasan untuk mulai bisnis ya pilih yg cepat laku. Jawaban nya bakso.
Ada apa dengan bakso dan foodsafety?.
Hengkang dari kepala riset perusahaan frozen dan konsultan perusahaan makanan export, hanya karena ingin mengajari dan ngamen riwa riwi value food safety untuk ukm di bakso, itu alasan utama saya. Bakso adalah makanan yg paling di gemari sekaligus tercemari. Pemakaian borax, formalin, tawas, daging ilegal celeng sampai gilingan bakso yg tidak mengenal sanitasi higin. Foodsafety adalah konsep yg menjamin keamanan pangan dari cemaran diatas. Lebih dari itu value mulia yg ingin saya sampai kan adalah wholesomeness food. Setiap warga negara berhak atas bakso yg layak dan baik di makan. Clear, Kenapa sy rela riwa riwi gak jelas mengajar ukm bakso (padahal kl mau stay kerja di pabrik export enak gak capek ).
Rantai Dingin?. Apa pula hubunganya?
Kendala ukm untuk membuat bakso enak, Kenyal, berdaging, awet dan layak adalah tehnologi nya. Dengan bekal ilmu praktis puluhan tahun di olahan pabrik berstandar HACCP rasanya, sudah waktu nya ilmu ini ditularkan. Selamat buat Semarang dan Yogya.
Memang dalam dua tahun ini saya sibuk mendampingi start up pabrik bakso dan resto bakso yg ingin membuka puluhan cabang bakso. Keputusan ini harus diambil, jika tersedia resto bakso yg mengusung food safety setidaknya edukasi food safety jalan. Beberapa brand besar sedang mengeliat meramaikan bisnis bakso.
Saatnya untuk memberi bekal bagi pemula, warung kecil atau yg malu malu takut buka usaha bakso.
Segera daftar. Kelas ini sangat langkah.


kursus bakso Semarang
Kursus bakso yogya
Kursus frozen food yogya
Kursun sambal semarang

Info ke 08176456368 langsung dengan yuyun anwar



No automatic alt text available.



Image may contain: Lezat AcademyCooking, text
Image may contain: 4 people, including Lezat AcademyCooking, people smiling, text


SCALE UP CARA RESTO KELAS DUNIA
BAWA MENU ANDA, SAYA CARIKAN SOLUSI NYA.

Kelas ini memang full dengan materi bahkan sampai malam hari. Bayangkan 4 pembicara secara bergantian memaparkam materi yang ber urutan.

Dari batch sebelum nya, banyak UKM yang ternyata bermasalah pada menu. Ya, menu. Tugas saya di kelas ini adalah menjelaskan konsep core menu, sertifikasi dan food safety jika ingin bisnis nya sustain ala resto kelas dunia.

Semua cara yang banyak dilakukan oleh UKM Sebenarnya adalah arah menuju sistem yang baik. Tinggal sekarang posisi anda ada dimana, scale up memang sangat spesifik bagi tiap usaha. Ada yg siap scale up tapi lemah di team work, marketing, brand atau bahkan produk alias menu.
Jika ikutan kelas di yogya ini, agar teman teman UKM mendapatkan pencerahan bahkan solusi, kita extend waktu khusus dengan saya, materi tambahan Mendevelop menu yang sustain dari nol . Sesuai dengan kondisi UKM, yang pada posisi menuju scale up. Disini saya akan bicara tehnis, bahkan sangat spesifik. Ya, naik kelas bertahap, yang punya masalah menu boleh kirim kan dulu menunya, pas ketemu kita carikan solusi nya paling pas sesuai dengan kemampuan masing masing.
Puluhan Brand Brand Besar yang sudah saya handle semacam Upnormal, bakso Boedjangan, Boksa Bakso, Karmila, Bebek Dower , Pentol gilaaa, Master Penyet, Food Opera dan puluhan lain nya yang tidak bisa disebut kan. Bahkan Brand international semcam Mac donald Indonesia, PHD, KFC Indonesia, Wendys Asia tenggara, Old chang kee atau Long John Silver US, seperti nya cukup untuk dijadikan dasar untuk membantu merapikan menu menu anda secara bertahap menuju sistem yang lebih baik.
MAU SEPERTI MEREKA?. 
Yang Serius Menyelesaikan masalah dan ingin maju join di mas kasim. Sekalian email masalah menu mu.

#frozenfood #foodsafety #halalfood #thayyib#bisniskuliner #goodfood

Sabtu, 22 September 2018




KELAS SAMBAL SELALU ISTIMEW

Kali ini workshop membuat sambal full day dari jam 9 sampai 4 sore diadakan di kopi oey ,jl sabang, jakarta.
Sangat istimewa karena acara nya sangat berkesan, tidak hanya menikmati hidangan kopi oey tapi juga workshop jadi full lebih semangat :

Kelas dibuka dengan materi yang pas untuk pengusaha sambal kemasan dan resto
sembari dihidangkan dengan camilan khas kopi oey
disambung dengan makan siang yang luar biasa dengan menu autentik kopi oey dan sharing dari CEO kopi oey
Lalu sampai pada praktek membuat sambel dari persiapan bahan awal sampai produksi ,mengemas dan terakhir menghitung harga jual

Seruu ya
Berkesan. Seperti biasa kumpul kumpul ini selalu mendapatkan teman baru,ujunngnya bisnis baru atau menambah bisnis baru




Rabu, 22 Agustus 2018

KENALI TITIK KRITIS SAAT SCALE UP RESTO
FOOD SAFETY CULTURE BUTUH PROSES
Yuyun Anwar
Praktisi dan konsultan Olahan Pangan
IG : yuyun_anwar

Food is always Food. Saya sangat tidak setuju, ketika sekelompok orang yang “kurang” bijak (versi mereka saya kuno) namun ahli memasarkan dan mendatangkan traffic dengan cara yang sangat smart. Era milenial memungkin untuk terbang melesat. Mereka bahkan create market dulu baru diisi produknya . Lalu produk dianggap hanya sebagai sarana untuk memenuhi saja. Ada yang bisa nge”hack” market dan ahli mendatangkan traffic dengan sekali sentuh layar atau menviralkan dengan sekali kedip. Cepat adalah ukurannya. Karena jika tidak cepat maka akan kedahuluan competitor. Ok, pertumbuhan market bisa unorganic , tidak tumbuh alami. Bisa digelembungkan dengan cara gimmick, give away, bombardir iklan medsos atau cara persuasive yang bisa mendatangkan simpati dan empati tanpa real produk. Mereka puny acara visual yang luar biasa mempengaruhi otak manusia.
Food is always food. Secanggih apapun tehnologi tidak akan pernah bisa dihack pertumbuhannya menjadi dua kali lebih cepat dibanding membesarkan/mengelembungkan pasar. Janganlah usaha makanan disetarakan dengan contoh sukses perusahaan IT, ini bukan gojek yang basisnya adalah data. Ini adalah sepiring nasi dan lauk yang harus ada bendanya dan masuk ke perut. Ini adalah usaha jasa service yang menggunakan makanan berupa menu sebagai alatnya untuk disampaikan ke konsumen. Ya, design menu bisa di hack, dibuat canggih yang persuasive dan innovative, semakin tinggi keunggulan yang disampaikan saat nasi yang ditelan ternyata basi, tidak akan terbeli. Ini adalah bicara soal fisik. Kepuasaan tidak hanya karena persepsi yang dibentuk tapi keunggulan dasar dari makanan harus terpenuhi.
Food is always food. Bukan seperti motivasi yang bisa dibakar dan digerakan. Bukan pasar yang ada di benak konsumen jadi bisa diarahkan sesuai keinginan. Makanan itu bersifat fisik, untuk tumbuh butuh waktu dan butuh cara spesifik, semakin rumit menu anda semakin lama untuk bertumbuh. Semakin banyak cabang atau atau franchise yang dibuat,semakin kompleksitas masalahnya. Dan, apapun sepanjang resto itu adalah usaha service makanan, tetap berkaitan dengan manusia. Mengajari manusia butuh waktu,beda dengan menggunakan robot.
Food is always food. Untuk scale up tidak cukup perencanaan marketing saja. Tapi setiap movement dengan besaran tertentu maka harus diimbangi dengan kemampuan capacity good food untuk memenuhinya. Contoh real, saat market bisa di hack dengan buka cabang 100 outlet ayam penyet, dengan modal 2 outlet yang laris manis, digunakan sebagai prototype nya, lalu dibuka tiap bulan 10 outlet. Apa capacity build mampu mengimbangi ?
Ok, Untuk ayam sudah selesai kontrak sekian ton, karena budget unlimited, begitupun bahan lainnya. Outlet sudah dibuat build up tinggal sentuh warung sudah bisa berdiri. Jadi mendirikan outlet semudah membuat tenda. Sangat innovative. Target per outlet melayani 500 porsi dikalikan 10 cabang total memberi makan 5000 orang tiap hari dikali 30 hari total 150 ribu nyawa dilayani setiap bulan. Mari kita kalkulasi ancaman bahaya pangannya, ancaman yang membuat makanan turun kwalitas bahkan pada food safety sehingga nyawa sekian ribu orang terancam. Selama bisnis anda jasa selama itu anda akan menggunakan manusia. Food safety itu kesadaran pada manusai yang perlu dibentuk dan dikerjakan berulang ulang dan konsisten sampai membentuk piramide tertinggi : culture.
Saya berani bertaruh, untuk sebuah bisnis kuliner yang ahli nge-hack dengan kecepatan gila tanpa diimbangi dengan waktu dan kemampuan yang tepat untuk membentuk culture food safety, akan jadi gunung es yang hancur berkeping karena kwalitas makanan turun.
Gambarannya : ancaman food safety real tapi sulit dilihat kasat mata, baik fisik, kimia dan pertumbuhan mikrobiologi bahkan secanggih apapun tehnologinya, tidak akan berhasil menghilangkan ,minimalisir bisa tapi akan bertambah jika syarat tidak terpenuhi.

Membentuk budaya kerja yang aware food quality itu butuh proses. Dan karyawan di bisnis kuliner adalah karyawan dengan level edukasi food knowledge yang rendah. Ayo dihitung butuh berapa hari untuk brain wash dan menanamkan kebiasaan cuci tangan, mengenakan pakaian bersih atau tidak banyak ngobrol pada karyawan yang dari back ground keluarga jorok ?. (pengalaman saya butuh sebulan dengan paksa versi militer).
Ah, masak sih ?. silahkan diabaikan. Jika makanan tiba tiba di cabang satu sama lainnya berkurang kwalitasnya, lalu dalam hitungan bulan 10 cabang diatas tadi ditinggalkan konsumen padahal promonya kenceng dan give awaynya gila gilaan. Konsumen pergi karena makanan tidak diterima konsumen bahkan sakit perut. Saat itulah scale up dengan biaya tinggi marketing tidak akan ada gunanya.
Kenali titik kritisnya. Karena kita hidup di Indonesia, bukan di Jepang atau Amerika yang jika buka warung harus mengikuti basic standard agar ancaman pangan di minimalisir. Ribuan kuliner Indonesia tidak memiliki basic standard sebuah usaha jasa makanan : sanitasi higin . Itu saja sudah cukup horor loh.