YuyunAnwar.Com
buku-yuyun-anwar-1         buku-yuyun-anwar-2
buku-yuyun-anwar-1         buku-yuyun-anwar-2
buku-yuyun-anwar-1         buku-yuyun-anwar-2

Latest Release

Minggu, 29 April 2018



TIPS MERAUP UNTUNG BESAR BISNIS MUSIMAN LEBARAN
Yuyun Anwar,
Penulis buku dan konsultan kuliner pangan
Ig : yuyun_anwar
email yuyun_anwar@yahoo.com

Usaha musim Lebaran tetap menantang
Lebaran sebentar lagi. Bisnisnya pasti jalan lagi bahkan  bertambah lagi. Lebaran tambah lama bukan tambah sepi tapi semakin meriah sehingga bisnisnya seolah tiada henti. Berbisnis musiman menyambut lebaran atau hari besar lainnya memang memiliki fenomina tersendiri. Lebaran dengan aktifitasnya yang luar biasa membutuhkan uang ratusan juta, bayangkan itu dilakukan oleh orang se Indonesia dalam waktu yang sama.
Lebaran adalah aktifitas yang melibatkan banyak hal terutama berkaitan dengan keperluan ritual lebaran mulai transportasi (arus mudik balik), pakaian sampai hidangan yang wajib ada saat lebaran. Sebuah moment perayaan yang dilakukan sebulan setelah berpuasa wajib ramadhan, lebaran memiliki nilai yang luar biasa kuat. Menjelang (bulan puasa) sampai perayaan lebaran, kebutuhan menjadi meningkat sehingga pasar menjadi besar. Karena permintaan meningkat ketersediaan barang harus benar benar tersedia. Saat lebaran misalnya kebutuhan akan bahan pangan otamatis jadi bertambah karena persiapan untuk merayakan lebaran. Disebut musiman karena jenis usaha ini muncul saat lebaran, dan akan terulang lagi di lebaran berikutnya. Bertahun tahun terjadi dengan variasi omzet yang sangat dinamis.  Meskipun musiman bukan berarti tidak prospektif karena kebutuhannya selalu ada dan bahkan bertambah.
Melakoni usaha musiman semacam lebaran, tahun baru , natal atau hari besar agama lainnya memang berbeda dengan usaha pada umumnya. Kendala dan peluangnya juga berbeda. Peluang besarnya adalah karena musiman biasanya omzet besar dan mendadak. Persiapan dan stok untuk antisipasi melonjaknya permintaan adalah sangat penting sehingga semua kebutuhan terpenuhi. Sementara tantangan terbesar adalah waktu atau moment berjualan yang singkat. Bisnis musiman lebaran memiliki rentang waktu sebelum lebaran (puasa), saat perayaan dan setelah lebaran (suasana libur panjang).
Jadi meskipun ini adalah musiman yang datang setahun sekali bukan berarti bisnis kecil yang bisa dianggap remeh. Ketika kebutuhan makanan untuk merayakan lebaran meningkat dan pada waktu bersamaan itu adalah peluang yang luar biasa. Soal kemampuan beli, lebaran selalu dikaitkan dengan uang tambahan THR atau kalaupun tidak ada orang orang pasti menyediakan dana buat lebaran.

4 Peluang Moncer Bisnis Musiman Lebaran
  1. Kue kering, adalah peluang paling besar yang bisa dipersiapkan jauh jauh hari  karena boleh dibilang bisnis kue kering ini yang paling banyak diminati. Mengapa ? Peluangnya paling besar, sudah popular dan membudaya, mudah dilakukan dan lebih awet. Saat lebaran kebutuhan kue kering sebagai suguhan, buah tangan saat berkunjung atau parcel. Kue kering adalah makanan wajib . Bahkan lebaran seolah tak lengkap tanpa kue kering. Kue kering semacam kastangel, nastar, choco chip, lidah kucing dan sebagainya. Meski ada olahan pabrik berupa biscuit yang juga menyediakan aneka kemasan kue, kebutuhan akan kue kering tetap besar. Kebiasaan dan tradisi adalah pola yang berlangsung bertahun tahun dan berulang. Kue kering adalah tradisi yang tidak terpisahkan.
Kebiasaan menyajikan kue kering adalah peluang besar yang usaha ini bisa dimulai dari skala kecil sampai besar. Kue kering paling banyak dilakoni oleh home industry. Memulai usaha ini memang tidak mahal cukup dengan peralatan dapur, usaha ini bisa disiapkan mulai jauh jauh hari karena kue kering itu awet disuhu ruang ketika dikemas dengan rapat dan benar.
Untuk memulai usaha ini harus jelas memilih segmen pasar kue yang akan digarap. Segmen menengah atas barangkali adalah kelas yang paling mudah digarap karena harga kue tidak menjadi masalah penting. Kelas ini penuh sesak karena banyak pelaku usaha kue rumahan berlomba lomba membuat kue enak dengan harga lumaya tinggi , jadi akhirnya persaingan ketat. Kelas bawah adalah kelas yang sangat rentan dengan harga mahal sehingga untuk masuk di kelas ini diperlukan tehnologi yang membuat pembuatan kue cepat, enak dan murah. Ini adalah pasar besar yang belum banyak digarap oleh industry rumahan. Kelas bawah dengan daya beli minim pasti tetap beli kue lebaran. Tester kue sangat penting sekali dilakukan agar menarik pembeli karena banyak merk kue yang beredar di pasaran. Bentuk kue, harga dan rasa yang enak menjadi pertimbangan saat membelinya.
  1. Parcel makanan, memberi hadiah atau buah tangan sebagai ucapan atas keberhasilan berpuasa atau merayakan lebaran adalah kebiasaan yang berlangsung cukup lama. Usaha parcel sangat marak dan bisa dilakukan menjelang lebaran. Parcel bisa berisi buah, kue kering atau kue lain yang biasanya dikemas menjadi satu sehingga terlebih cantik. Usaha ini tidak perlu modal yang banyak, misal untuk menghemat buatlah semacam penawaran dengan contoh gambar lalu ditawarkan ke konsumen. Anda hanya tinggal melayani pemesan saja jika. Namun jika modal yang tersedia sudah cukup besar stok aneka parcel dengan variasi harga tidak masalah sehingga tinggal memasarkan saja.
  2. Lauk siap saji, lauk adalah kebutuhan yang diperlukan sebagai sajian tamu atau kebutuhan lauk karena masa libur, pembantu pulang atau pasar sementara libur sehingga rumah tangga tidak bisa memenuhi kebutuhan itu. Atau karena sibuk menerima tamu, tidak sempat masak maka lauk instan menjadi pilihan. Usaha penyediaan lauk siap saji ini bisa dalam bentuk pengawetan beku dan kering.  Tentu saja usaha ini adalah trend baru yang berkembang seiring gaya hidup praktis di perkotaan. Banyak kesibukan sehingga tidak sempat menyediakan lauk . Sangat berbeda di pedesaan biasanya supply lauk dan kue kadang dipersiapkan jauh hari dan punya waktu banyak untuk masak  sendir bahkan masak bareng bareng.
  3. Catering dan  Snak box untuk perayaan lebaran,setelah lebaran usai bukan berarti tidak ada bisnis lain yang bisa digarap berkaitan dengan pernak pernik lebaran. Halal bi halal adalah acara yang sering kali diadakan oleh kerabat, kantor,perusahaan ,sekolah bahkan komunitas untuk saling bermaaf maafan dan bersilahturahim. Halal bihalal ini bisa berlangsung  selama satu bulan.
Untuk membuat acara pertemuan semacam itu biasanya menyediakan kue sebagai hidangan bahkan acara lengkap dengan kateringnya. Halal bi halal ini bisa saja tidak satu kali dilakuan bahkan bisa berkali kali dengan beberapa kelompok tertentu.  Acara halal bihalal yang padat membuka peluang usaha musiman ini makin berkembang.

Tips Cerdas Bisnis Lebaran
Bisnis musiman disamping menjanjikan peluang omzet jutaan bukan berarti tidak memiliki kendala dan rintangan. Usaha musiman yang memang dilakukan secara waktu bersamaan dan singkat terkadang menyisakan masalah kenaikan harga bahan baku, penurunan kwalitas bahan dan kelangkahan bahan. Agar tidak kehilangan moment atau mengalami kerugian beberapa tips berikut dapat dijadikan pedoman saat memulai usaha lebaran ini.
  • Fokus, bagi pemula usaha musiman sangat penting untuk memilih focus produk pada satu titik sehingga konsentrasinya tidak pecah. Untuk memulai usaha memilih satu segmen pasar akan lebih mudah dikendalikan. Misal ingin membuka usaha kue kering yang murah meriah untuk kelas C, sehingga focus mengerahkan konsentrasi mencari kue yang popular, disukai, rasa enak, cara buat mudah sampai kemasan yang terjangkau.  Agar terlihat unik dan berbeda, sebaiknya pilih tema usaha misal khusus menjual kue tradisional mengusung resep kuno. Kemasan sesuaikan dengan target pembeli.
  • Stok bahan baku utama bisa disiapkan jauh hari sebelumnya untuk mengantisipasi kenaikan harga . Ini sangat penting bagi yang ingin membuka usaha makanan dengan harga murah karena margin profit kecil akan rentan tergerus oleh kenaikan harga. Beberapa bahan baku utama yang tahan lama bisa disiapkan.  Ini untuk mengantisipasi juga kelangkahan bahan baku misal kelapa, gula merah, terigu, telur dan seterusnya. Kelangkahan bahan baku membuat produksi terhenti/tidak bisa supply.
  • Perhitungan harga jual yang aman, bisnis musiman memang rentan dengan naik harga. Misal telur dan daging adalah bahan yang paling “berbahaya” karena kenaikan harga yang naiknya luar biasa membuat usaha bisa rugi. Sebelum menentukan harga pelajari trend kenaikannya sehingga bisa diikat harga yang paling aman.
  • Pelajari cara bikin makanan yang mudah dikerjakan (manufacturable) karena saat ada lonjakan permintaan tidak akan berpengaruh pengerjaanya. Tenaga kerja kadang menjadi penghalang meningkatkan produksi. Lakukan rekayasa produk sehingga bisa efisien.
  • Lakukan promo jauh hari sebelum lebaran bahkan sebelum puasa agar konsumen sudah mengenal lebih dekat, apalagi jika ada kegiatan incip incip, bulan puasa tidak memungkinan. Promo bisa dengan brosur , sampling ke komunitas atau online.
  • Kemasan yang bagus dan tepat membuat konsumen tertarik sehingga makanan yang dijual lebh memiliki nilai. Banyak pembeli lebih tertarik pada bungkus, apalagi moment lebaran adalah identik dengan merayakan, butuh sesuatu yang bagus.
  • Menjaga mutu makanan dan pelayanan yang dijual sebenarnya jauh lebih penting dari pada produktifitas itu sendiri. Mutu makanan yang bagus membuat konsumen akan kembali lagi. Produksi tinggi tapi pembeli lari pasti bikin rugi. Mutu yang baik terkait dengan sanitasi higin yang baik, performa produk  baik rasa, bentuk maupun penampilan yang standar, pelayanan yang ramah dan pengiriman  tepat waktu.
  • Memiliki Buffer stock produk jadi, makanan yang sudah dikemas harus punya buffer stok yang cukup dari target penjualan yang akan dicapai. Buffer stok untuk kue basah bisa berupa stok beku yang tinggal masak ulang. Buffer stock kue kering bisa berupa aneka produk kue kering dalam toples.

Sabtu, 28 April 2018


Rabu, 25 April 2018


DAYA BELI LAGI TURUN, GAK MUNGKIN NAIKIN HARGA ?. SOLUSINYA CUTLOSS YOUR WASTE WITH EFEKTIVE METHOD
yuyun anwar
Praktisi kuliner pangan
IG yuyun_anwar

Di sebuah rumah makan dengan seorang chef yang powerfull, dan seorang pengusaha yang setiap hari berdebar debar karena laris tapi tidak ada keuntungan. Rame ing gawe sepi ing duite seperti kata orang jawa.
Resto, mau ambient bagus kek, mau di DNA nya tempat nongkrong, hiburan, tempat meeting atau dan seterunsya dengan sejuta added value dan branding yang super canggih, ujungnya jualan makanan kan ?.
So, basicnya adalah how to manage the food ?. Mengapa jadi begitu kompleksitas dan bahkan sulit dideteksi kenapa ramai tapi tidak untung. Efisiensi dari food management sangat penting. Menu adalah jantung dari resto anda.
WASTE adalah kata yang menakutkan dalam benak , karena secara jelas menganggu keuntungan bahkan menjadi sumber kerugian dari bisnis resto.
Waste atau spoilage atau makanan minuman yang terbuang dan tidak bisa di re-work lagi karena tidak memenuhi standard yang ditetapkan. Resto yang baik memang tidak harus zero tolarance waste. waste selalu ada karena proses alami atau bagian yang tidak ter elakkan.
Apa yang Membuat Waste semakin bertambah meningkat dan sulit dikendalikan ?.
Pertama, karena sistem portioning tidak tertakar dengan baik sehingga kerja resto tidak terukur dan tidak efisien. Misal gudang pusat mengirim daging 10 kg untuk 100 porsi steak ayam, tapi yang potong potong adalah orang dapur resto. Potensi loss susut dan economic fraudnya tinggi.
Kedua, karena tingkat freshness masakan atau declare segar yang tidak terukur dengan kapasitas beli, misal, sayuran tumis jika sisa maka harus dibuang karena tidak mungkin di rework.
Tukang masak super hero, yang sulit dikendalikan yang menganggap memasak adalah privacy dan otoritatif yang tidak boleh dicampuri orang lain. Ukuran pakai feeling tanpa parameter. Jika anda memiliki tukang masak seperti ini mungkin tinggal menghitung hari kematian saja.
WASTE DAN KONTRIBUSI MARGIN
Berapa persent waste bisa di maafkan, tergantung kebijakan dan biaya waste harus dimasukkan dalam hitungan harga sebagai rendemen atau yield produk. Tapi mulai sekarang harus mulai berhitung berapa percent batas waste yang ditolerir.
Untuk warung dengan cara swalayan ambil sendiri dimana menu terbanyak adalah fresh vegetable, waste bisa mengerus keuntungan sampai 30% (pengalaman saya). Antisipasinya adalah dengan portioning dan SOP yang ketat.
Waste akibat makanan yang sudah terlanjur dimasak atau karena holding time bisa dikurangi dengan extend sales sehingga tidak ada produk masak tidak terjual lalu dibuang.
cek waste apakah berkontribusi banyak terhadap bahan baku terbanyak misal ayam, daging, telur dst yang sering kali terbuang, jika demikian perketat proses requisition dan data sehingga traceabiity nya bagus. Penyebab waste bisa dilacak.
Coba bayangkan, anda jualan donat fresh atau nasi bungkus fresh, 50% tidak laku sore hari dan menuju jam 6 akan basi. Apa yang anda lakukan ?
Banyak yang bisikin, potong harga 50% minimal ganti rugi atau balik modal. Ah...masak iya. Saya pribadi, benci dengan kebiasaaan discount seperti itu. Yes, kita mendidik konsumen nunggu discount produk baru beli.
Minimize your waste, donatnya habis pada waktunya, nasi bungkus habis jam satu siang dengan cara manajemen yang tepat baik dengan cara portioning atau sistem yang bagus.
Selamat mencoba coba dan menghitung waste anda. Seberapa besar sih pengaruhnya ? Jika anda bisa minimalisirnya, produk efisien sepertinya gak perlu naikin harga deh. Saya tahu sekarang lagi sulit banget, daya beli benar benar turun. Yuk, cek sekitar kita kira kira apa yang mungkin bisa di efisienkan.

Saya punya metodologi mengelola makanan agar tetap mudah terkontrol dengan cara SQEFOP . Yang ingin belajar mengelola makanan warung kafe resto katering dengan cara automatis atau tanpa chef yang harganya mahal boleh inbox atau hubungiLezat AcademyCooking atau ke no hp 08176456368. Ada wokshop selama 3 hari yang akan mengajarkan aneka tehnologi agar masakan kita murah dan efisien. Yang akan mengajarkan cara agar menyiapkan hidangan jadi cepat. Euuunak banget engga bu masakannya?. Wah saya jawab jujur, saya tidak jamin. Enak itu masalah persepsi, tergantung target market yang dibidik. enaknya masakan bagi orang kaya beda kan dengan kelas C ?. Enak itu yang bisa diterima lidah konsumen, bukan lidah anda.


Minggu, 01 April 2018

MENGAPA SAYA MEMBUKA KELAS WORKHOP AYAM GORENG/GEPREK DAN MIE LEVEL KEKINIAN
Oleh : Yuyun Anwar
IG Yuyun Anwar

WOW 25 MENU PRAKTEK SELAMA 2 HARI DAN PESERTA SEOLAH PRAKTEK LANGSUNG MEMBUKA USAHANYA ?


Kelas ini memang spesial banget. Saya Buka karena melihat maraknya bisnis ayam geprek dan mie level kekinian yang lagi banyak diserbu. Geprek terutama,hari ini si A buka si B tutup, Si C buka cabang sampai 10 buah dalam 3 bulan. Begitupun bisnis mie baik yang berlevel ataupun tidak.

Di hotelpun , resto bahkan kaki lima mulai mengganti menunya dengan geprek. Mie konvensional yang dulunya hanya menyajikan menu yang itu itu mulai bergerak menambahkan keju atau egg salted.

Bukan saya melarang anda berbisnis ayam geprek atau Mi kekinian begitu. Saya cuma tidak ingin anda terjebak di lautan luas di tengah persaingan yang luar biasa panas dan merah.
NAH SPESIAL DI KELAS INI SAYA AKAN BERBAGI CARA MEMBUAT BISNIS AYAM DAN MIE MESKI BANYAK PESAING TETAP TERLIHAT UNIK DAN MENARIK PEMBELI.

Yes, jangan dipikir kelas saya cuma masak memasak doang. Disini anda akan diajak mengelola usaha profesional meski dimulai dari nol. Ingat dari nol juga bisa.

Oh Iya hari pertama kita akan diskusi banyak tentang memahami peta bisnis ayam goreng dan mie. Lalu disusul dengan strateginya agar bisnis bisa sustain. Dilanjutkan dengan praktek tehnologi aplikasi coating food, deep fry, marinating, single serve dan pasti METODOLOGI MODEL SQEFOP (cara mengelola tanpa chef, automatisasi masak). Ya, jika ikutan kelas ini memang paling ok setelah mengikuti kelas 3 days workshop biz tanpa chef.

Hari kedua, dilanjutkan dengan pembagian peserta menjadi kelompok pembeli dan penjual. Role play. Keren loh Role play seolah jualan dimana mengukur lead time, perencanaan memasak, menghadapi customer sampai mengelola bahan dengan rantai dingin. Belum selesai sampai disitu, peserta akan masuk materi lagi untuk menghitung harga, margin yang akand didapat berapa. Detail dan jangan kaget loh jika tiba tiba saja anda bisa melihat betapa bisnis ini MUDAH DIKELOLA JIKA TAHU CARANYA

Join yuk di SURABAYA tanggal 6 dan 7 April 2018. Daftar yuk di lezat academy or inbok saya kalau mau discount 08176456368







BISNIS AYAM GEPREK ITU PALING MUDAH DAN PALING UNTUNG SE INDONESIA LOH !
(Cerita sederhana membuat geprek jadi nge-hits)
oleh : Yuyun Anwar (praktisi tehnologi Olahan Pangan)
IG : Yuyun_anwar
Fenomina Ayam Geprek menjadi bahan pembicaraan. Dalam satu hari saja bermunculan orang membuka aneka olahan bisnis geprek baik dari kaki lima sampai versi resto mewah (halaaa bener loh hotel mewah pun sekarang mengeprek ayamnya). Dari pemula usaha karena PHK sampai artis baik yang mulai meredup sampai yang sedang naik daun mulai eksis di “geprek” nasional. Dari harga lima ribu sampai tiga puluh ribupun bisa didapatkan.
Sempat terkaget kaget sih, dari cara ala franchise franchisean sampai sistem mitra yang lagi naik daun digunakan untuk menggerakan pertumbuhan
bisnis kuliner sampai gaya ala syar’I atau bagi hasil, apapun lah, saya sempat menemukan brosur ayam geprek dilepas dengan ala franchise 10 juta dengan mendapatkan bahan sekian porsi untuk grand opening. Wiih seru banget kayaknya, sebuah “brand” dijual begitu murahnya . semuanya sedang berlari mengusung geprek. Duh Ayam memang begitu fenominal ya….
Ayam geprek, bisa jadi ngehits setelah munculnya fenomina tempet penyet era krisis moneter lalu disusul sambung menyambung ke ayam penyet, lalu digeprek,lalu digepuk, lalu ditumbuk. Semua menunjukkan sebuah proses dimana ayam “dirusak fisiknya dan mencampurkan dengan sambal”. Menu sebenarnyanya sih Ayam goreng dan sambal. Agar terlihat ngehits dan mudah dikenal lalu fisik ayam dirusak dimana perusakan secara sengaja sebagai bagian dari proses ritual akan menghasilkan komposisi menu, penampilan, taste, warna dan bentuk menjadi unik dan berbeda dengan pesaing. Jadilah geprek yang begitu ngehits diantara teman teman ayam lainnya.
Mengapa Geprek ayam begitu mudah diterima di Indonesia ? . Alasan sederhana bahwa orang geprek plus nasi adalah makanan utama sehingga bisa dikonsumsi tiga kali sehari. Tidak ada batasan mau sarapan, maksi atau makan malam bisa ayam geprek. Penduduk Indonesia sangat menggemari ayam dengan protein tinggi yang gurih apalagi dengan tambahan sambal yang adiktive pedas membuat makanan ini dirindukan dan menciptakan ketergantungan yang tinggi. Sambal ?, siapa sih tidak rindu ?. Jadi bisa dipastikan bisnis ayam geprek itu kebutuhan utama dengan pasar yang luar biasa besar.
Entry barrier ?. Bisnis ayam geprek itu mudah banget, ibarat Cuma punya cobek, ayam, sambal dan nasi sudah bisa dijual. Tidak perlu kursus khusus untuk membuat ayam geprek. Bahan baku ada dimana mana. Begitu sederhana kan. Wajar dengan mudah bertaburan ala franchise atau kemitraan karena begitu dibuka langsung ramai dan pasarnya gede.
Membuat perbedaan dalam geprek berdasarkan keunggulan fisikpun begitu mudah, misal geprek kekinian diberi mozarela, saus modern atau toping yang terlihat up to date sehingga tampil modern. Geprekpun diberi nama yang lucu, ngehits sampai nama alay alay yang membuat kita tersenyum dan mengingatnya. Begitulah, kreatifitas memang diperlukan untuk keluar dari kerumunan pasar yang mulai berdarah.
Begitu popularnya ayam geprek ini, resto ala kelas dunia pun mulai KFC atau MC Donald mulai juga “mengeprek” ayamnya. Benarkah mereka latah atau ada strategi khusus menanggapi geprek ayam?. Apa benar sih pasar nya “tercuri” secara tidak langsung. Kok sampai segitunya semua seolah sedang idola dengan geprek ayam. Banyak yang sukses dan meraup untung dengan cepat tapi di balik itu cerita miris geprek ayam tidak laku memang jarang di ungkap. Banyak yang tumbang di bulan ke tiga, kecewa karena ambil franchise dengan omzet yang makin menurun drastic, sukses setahun tapi kemudian stagnan tidak bergerak atau bahkan berumur lima tahun tapi omzet begitu saja. Hanya bertahan.
Ada cerita sedih pengusaha ayam geprek yang lokasinya berdekatan dengan kampus,awal dengan iming iming harga murah pembeli pun berjubel tapi begitu geprek kaki lima mulai tumbuh bak jamur maka hilanglah para mahasiswa itu pindah. Mencari value murah,kenyang dan masuk akal untuk taste yang di terima. Sedih karena tidak tahu kenapa pembelinya kok mudah pindah, sedih karena ayam geprek sebelah banting harga.
Memang jarang yang cerita soal gagalnya usaha, bikin nyesek dan kesal. Banyak alasan mengapa berbisnis kuliner cepat buka cepat tutup. Buka tutup buka tutup mirip fenomina mirip balon yang ditiup dan ditekan kanan kiri, tet toot tet toot………. udara pindah ke bagian kanan dihembus udaranya. Begitulah pasar kuliner, bisa jadi pasarnyanya tetap, volume udara di balon tetap, pembeli hanya berpindah, maka udara ditiup pindah kanan kiri sesukanya. Berat dong kalau begitu.
Ayam geprek fenominal itu, hari ini bisa jadi yang ngtrend milik artis itu, eh lusa milik politisi atau pengusaha muda yang lagi naik daun. Dan, geprek si artis jadi kempis, yang gede milik politisi. Sungguh situasi bisnis yang tidak enak banget. Tapi mengapa beberapa bisnis kelas dunia , meski ada geprek ayam yang membahana, bisnisnya tetap baik baik saja. Tetap profit, bukan tiga bulan,puluhan tahun bahkan ratusan brand mereka tetap eksis. Ada geprek atau tidak menu mereka tetap sustain. Siapa sih yang tidak tahu MC Donald, KFC, AW, PHD atau resto chain kelas dunia lain meski terlihat ikutan “nggeprek” tapi bisnis mereka aman aman saja loh. Membesar dengan sustain dan profitable. Bukan membesar dengan membawa kerugian dan kebangkrutan. Istilah yang lagi ngetrend adalah scale up. Membuat usaha jadi berkembang. Bisa dengan horizontal atau vertical. Membesarkan usaha resto yang sustain bertahan lama bisa dengan menambah pendapatan atau buka cabang. Nah mana yang dipilih ? Semua bisa saja tapi harus benar benar tepat.
Membuat konsep bisnis resto,warung, kafe ,kantin atau katering yang pokoknya bisnis kuliner itu perlu ilmu dan manajemennya sehingga tidak hapus oleh hujan sehari saja lalu hilang namanya. Banyak buku dan para ahli membahas tentang strategi dan manajemen resto yang sustain berdasarkana keahlian tapi bisa jadi mereka belum menghasilkan “wisdom” yakni pengalaman yang bisa menjadi best practice langsung focus pada solusi.
Jadi apa masih apa benar bisnis ayam geprek begitu padatnya. Percaya, serapat apapun bisnis ayam tetap laku kok. Serius ?. ya , ada tehnik dan caranya sehingga bisnis ayam baik geprek,penyet atau ayam goreng tetap laku.
Saya ,dengan pengalaman membantu beberapa pengusah kafe warung atau resto ayam akan buka bukaan dengan 25 resep menu praktis yang bisa langsung diaplikasikan. Tidak perlu ambil chef khusus. Bisnis ini sangat mudah. Segera daftar kelas saya bulan april tangga 6 dan 7 di surabaya. Hubungi Lezat AcademyCooking. Atau wa di 08176456368 jika ingin dapat discount.



Rabu, 28 Maret 2018

7 CARA KREATIF MEMBUAT MENU MIE TAMPIL KEKINIAN
(TRIK MELAYANI MENU MIE GENERASI MILENIAL)
Oleh : Yuyun anwar
(Food Consultant, penulis buku dan Praktisi Kuliner Pangan)
IG : yuyun_anwar
www.yuyunanwar.com

Bisnis Mie  apa masih Prospek ?. Ketika muncul menu mie kekinian yang banyak diusung oleh beberapa pelopor mie kekianian dengan menggunakan mie instan, memang seolah membuat binis ini makin diminati.
Viral dan banyak dibicarakan sehingga mengundang rasa penasaran, karena aneka mie dengan toping yang dianggap kekinian dengan variasinya tersebut sering wira wiri di dunia maya. Benar demikian, karena konsumen mie kekinian adalah terbanyak generasi milenial , bukan genarasi old yang sering memilih mie sebut mie ayam gaya lama yang konvensional. Milenial suka memposting makanan yang dikonsumsi ,bahkan jadi ritual wajib.
Mie, tetap menjadi pilihan kedua sebagai staple food setelah nasi. Tetap terekam dalam otak karena pola makan yang sudah diedukasi oleh keluarga/lingkungan sejak kecil. Generasi milenial memang tidak akan pernah move on dari mie. Di luaran sana, bisnis mie ayam biasa biasa seolah kurang keren, atau bisa jadi mengalami penurunan karena banyak memilih mie kekinian yang lagi dibicarakan.
Memahami "selera milenial" dan mengeksekusinya, adalah salah satu cara agar usaha misal mie ayam yang ada atau develop produk baru mie lebih mudah diterima milenial. Atau jika anda ingin membuka usaha mie agar cepat viral, pilih target milenial.
Cara dibawah ini bisa menjadi ide kreaatif agar menu mie yang dijual mudah diterima oleh Milenial :
1. Plating wajib menarik, bahkan unik, karena mileneal suka mengambil gambar terlebih dahulu sebelum makan lalu men share nya di media sosial. jika penampilan mie yang dijual tampak old dan tidak menarik mereka kurang bisa menerima. Tidak ada daya tariknya,buat apa harus memilih menu yang tidak asik buat difoto.
2. Aneka Toping yang lagi kekinian harus juga mulai ditambahkan sehingga menu tidak terkesan kuno (meski ternyata produk yang laku mie ayam original, misalnya, anda tetap wajib menambah menu kekinian). Kekinian adalah trend up to date yang sedang banyak dibicarakan. Tahun ini misalnya adalah salted egg maka tambahkan menu tersebut agar "stay young".
3. Jenis mie ,ukuran serta bentuk bisa jadi mengalami perubahan. Cek kecenderungan milenial ke depan apa masih menyukai mie tipis idola masa lalu misal ala bakmi GM ?. Cek trend nya, milenial sekarang banyak mengkonsumsi samyang sehingga kebiasaannya juga berbeda.
4. Milenial suka pedas, sebenarnya ini sangat mudah karena rasa pedas tidak sulit didevelop. Rasa pedas membuat adiktiv sehingga menjadi kerasan dengan taste pedas. Mendesign produk pedas lebih mudah karena rasa pedas pasti dominan ,jadi tidak perlu upaya keras untuk menciptakan produk se enak mungkin, karena cukup dengan pedas, selasai taste nya.
5. Toping mie yang bisa dishare lebih disukai, karena milenial suka "share" apapun termasuk makan bareng bareng yang terlihat keren. Carikan jenis menu tambahan atau toping yang membuat kebersamaan mereka lebih dekat.
6. Mudah dan terjangkau, milenial tidak menyukai hal hal yang komplicated . Jadi upayakan design menu mie dengan aneka perlengkapnya mudah dinikmati dan terjangkau oleh kantong.
7. Tambahkan unsur "happiness" dalam design menu kekinian sehingga mie tetap digemari dan membuat mereka "rela" menshare atau merekomendasi jualan anda. Unsur hapiness bisa berupa keunggulan fisik atau emotional.

7 cara kreatif tersebut semoga bisa menginsipisi anda. Selamat mendesign menu mi kekinian aneka toping.

Yang Ingin belajar bisnis membuat mie level aneka toping bisa lebih mendalam di kelas 2 days bisnis ayam geprek dan mie kekinian . Yuk daftar di 08176456368




Yuk daftar ke 08176456368

Selasa, 13 Februari 2018


Mempertemukan  para Praktisi yang super sibuk tentu bukan hal yang mudah. Bayangkan, empat praktisi dengan keahlian masing masing bertemu dalam satu workshop yang berjudul SCALE UP CARA RESTO KELAS DUNIA tentu menjadi moment yang penting dan belum tentu setiap bulan bisa ada kesempatan.
Workshop ini memang merupakan salah satu wadah untuk mengajak teman teman UKM terutama yang berbisnis kuliner untuk naik kelas dengan menggunakan parameter resto dunia. Bicara resto dunia ya pastilah menggunakan ukuran sistem yang terverifikasi dan sudah terbukti sukses. Wong restaurantnya masih ada dan survive. Mac Donald adalah dedengkot sistem, bayangkan Pak koko, pak bambang dan Pak bi, yang sudah dengan jelas mendesign mac donald terutama di Indonesia dari mulai cerita pahit sampai omzet milyardan. Ya, bikin resto yang sustain dan profit bukan semudah goreng kacang begitu, berumur pendek, 2 tahun lusa tutup tak berbekas, mirip cerita cerita resto kita. Lah apa iya ingin berbisnis seperti itu ?
Asal tahu, di kelas ini mirip melihat sebuah duplikasi hidup dari Model Bisnis  Resto yang mudah digunakan untuk merancang bisnis ala resto dunia. Ya resto dunia, yang masa hidupnya lebih lama dari pemiliknya. Sebuah model yang merupakan kumpulan dari pengalaman mengelola resto kelas dunia. Ya sekali lagi kelas dunia. Ah...sok kelas dunia.  Ya,memang yang sudah franchise dan umurnya lebih tua dari pemiliknya bukanya yang berkelas dunia. Mau krisis atau tidak , daya beli turun atau naik, negara chaos atau stabil, restonya tetap kokoh berdiri.
Di kelas ini, memang kita semacam diberi obat dan solusi, ada yang menyakitkan ada yang manis juga sih. Namanya obat, pahit pastilah. Anda akan diajak membuat planing dengan metode dan penjelasan yang informatif dari membuat konsep,menu,supply chain bahkan sampai brandingnya. Loh resto aja pakai branding ?. cak Jumali tukang baso sebelah gak pakai gitu ya bisa hidup (lah cak Jumali restonya cuma satu, begitu Jumali sakit, bisnisnya langsung tutup. Mau seperti itu ?). Kalau masih ragu pentingnya Branding di bisnis resto, silahkan tanya sendiri ke Pakarnya, Pak Subiakto yang sudah terbukti melahirkan brand brand besar di Indonesia (Melahirkan loh...berarti memang asli praktisi. Asli pernah bikin brand nya. Bukan gotak gatok teori. Makanya jika kasih solusi langsung cos pleng wong dari yang pengalama.
Bahkan di kelas ini, Pak Koko yang puluhan tahun mengelola perusahaan franchise internasional berbagi ilmu dan wisdom (wisdom hanya dimiliki oleh yang pernah praktek). Jika ilmu bisa baca buku,kalau wisdom dari pengalaman ilmiah yang terverifikasi dalam karir sebagai pelaku usaha. Ini yang membuat workshop ini berbeda dengan lainnya. Pak Bambang Haryo, ahli supply chain yang detail pakai banget, menjelaskan cara paling mudah untuk ditiru UKM agar punya cara yang tepat saat membesarkan usaha dengan data yang rasional.
Ada yang bilang, MALAS IKUT KELAS  SCALE UP RESTO KELAS DUNIA !. Bikin resah, bikin mikir dan tetiba kok jadi tahu ada yang kurang tepat. Selama ini fine fine saja kok, bahkan buka cabang ke 15 masih ok, kok setelah ikutan kelas ini jadi makin banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Gak penting kali ikutan kelas ini, wong bikin jadi kita pusing karena banyak yang harus dibenahi.
Yun, Aku milih ikutan kelas lain aja deh karena begitu pulang jadi termotivasi, ingin scale up dengan cara mudah dan cepat. Dengan modal tekad dan semangat. Dengan perjuangan darah air mata. Serasa apa yang dilakukan selama ini jadi berarti . Karena aku tetap merasa benar dan fine fine bahkan makin semangat, begitu teman saya yang suka menggunakan otak kanan  saja saat membuat membuat bisnisnya.Abaikan data .
GAK PENTIG IKUTI WORKSHOP SCALE UP RESTO KELAS DUNIA JIKA HANYA UNTUK MENGHIBUR DIRI, begitu saja jawaban saya. Jika ingin benar benar naik kelas harus dengan cara yang mendekati tepat yakni kelas dunia. Dengan data, dengan sistem yang sudah terbukti tepat. Ya, tidak perlu 100% mengikuti tapi minimal buat panduan atau sekian persen bertahap diikuti juga bisa kok. Mac Donald dulu juga UKM , tapi perusahaan ini berani belajar. Jika sekarang sudah ada yang bersedia berbagi ilmu dan pengalaman nyata (baca wisdom) nya kenapa tidak kita ikuti ? Simple kan jika ingin scale up dengan cara tepat. Buat apa scale up cepat ibarat lari cepat tapi tidak tahu kapan harus berhenti dan bernapas karena tidak punya MAP dan PIRANTI PARAMETERNYA.
Ingat, bisnis resto lagi happening banget,seolah seluruh indonesia bisnisnya resto semua. Ya, karena entry barrier rendah, banyak pelakuknya, banyak pebisnisnya. di Medan tempur seperti itu jika tidak punya cara yang terbukti ampuh, apa tidak makin terluka ? (makanya kita bikian workshop scaleup resto kelas dunia).
Trus tugasmu apa yun ?, Dengan tersipu saya bilang, saya cuma bikin menu, quality dan sertifikasi. Halah itu kerjaan mudah kan, seluruh chef juga bisa. Iya sih, tapi kali ini bikin menu yang sustain dan profit. Bisa dijual sepanjang masa, lalu dijaga kwalitasnya lalu diverifikasi dengan sertifikasi. Tugas sederhana sih, tapi penting banget karena MENU ITU NYAWA BISNIS RESTO . ALAT JUAL. 
Pren, jika kamu ingin restomu tidak seperti yang sudah sudah terbukti menghilang segera daftar ya di bulan Pebruari 2018. Aku tidak tahu , next kelas ada lagi kapan, karena sulit mengumpul para praktisi diatas itu. Sudah gitu aja.

Selasa, 02 Januari 2018

BENARKAH MENU JADI MESIN PEMBUNUH BISNIS KULINER ?
Mengembalikan Fungsi Menu di Resto Katering
Yuyun Anwar*
Praktisi dan consultant  kuliner dan Pangan Olahan
IG yuyun_anwar

Your Menu Is Your Lifeblood in Your Biz !!
Jangan menganggap menu hanyalah serangkaian daftar makanan minuman yang ditawarkan ke konsumen. Menu bukan sekedar daftar makanan minuman dengan harga dan gambar yang mempermudah konsumen untuk mengenalinya. Jika menu hanya itu, pastikan bahwa bisnis kuliner anda adalah mayat hidup yang bergentanyangan.
Tidak berlebihan, bahwa menu punya peran yang sangat significant bagi usaha bisnis kuliner. Meski dengan era digital seperti sekarang ini, meski dengan adanya declare bahwa lokasi, ambient dan design resto yang unik untuk foto menjadi daya tarik resto didatangi konsumen, tetap jika usaha anda adalah service makanan Menu akan menjadi nyawa dari bisnisnya.
Apa sih Fungsi Menu Bagi Kelangsungan Bisnis ?
Menu itu Merchandizing tools, alat untuk jualan. Jadi Marketing harus menjadikan menu sebagai alat yang akan men drive customer untuk melakukan pembelian sesuai dengan strategi pemasarannya. Marketingpun saat promo pun harus mengacu kepada menu yang sedang di up sale /dijual habis habisan. Bayangkan jika menu anda tidak tidak perform, dipromo habis habisan, value dari marketing tidak ada pada menu yang disediakan, customer akan kecewa . Menu anda menjadi sumber malapetaka.
Lebih jauh lagi , your menu is your branding drives.  Jika bisnis resto yang dikelola ingin sustain dalam jangka waktu yang panjang, branding adalah jawabannya. Bisa dibayangkan jika menu yang dijual tidak bisa mendeliver value yang dijanjikan, maka konsumen akan menuduh resto anda “pembohong”, tidak jujur dengan janjinya. Menu harus memenuhi syarat kualitas dan kwantitas yang mengambarkan branding yang ingin disampaikan. Yakin menu anda mampu mewakili brand resto anda ?. Jika tidak maka menu anda tanpa disadari akan ditinggalkan oleh pelanggan sehingga sepi pengunjung. Toh sudah banyak menemukan resto seperti kuburan. Sepi tanpa kehadiran pembeli.
Terakhir, Menu itu Panduan Kerja dari dari tiga pelaku bisnis resto dan katering yakni panduan kerja bagi fungsi struktur organisasi di dapur (pembelian,cook,gudang dan seterusnya), fungsi struktur organisasi outlet dan panduan buat pembeli. Jenis menu di dapur akan menentukan cara,pola serta tehnik masak, jenis peralatan, bahan baku, bahan tambahan, tenaga kerja dan seterusnya yang persiapan tersebut akan menentukan ketersedian menu yang akan disajikan team outlet. Di outlet, menu menjadi dasar panduan baik cara saji, masak, peralatan, tenaga kerja sampai ambien ruangan sehingga menu sesuai dengan promise dijanjikan. Bagi konsumen, menu adalah sarana komunikasi untuk memilih jenis makanan yang akan dinikmati. Keputusan pengambilan konsumen tergantung dari menu yang disampaikan. Sehingga untuk menyusun menu yang baik harus diperhatikan tata letak (hukum eye gaze patern) sehingga berisifat persuasive.
Bayangkan jika pada fungsi ini menu tidak terhubung secara sistematis dengan persiapan yang wajib di lakukan di dapur, resto/outlet sampai di konsumen, maka kerugian yang bertubi tubi akan terjadi. Ketersediaan menu menjadi ancaman yang akan membuat konsumen malas datang ke resto karena makanan yang diinginkan.
Yuk kita bahas contoh di Lapangan fakta bahwa menu menjadi mesin pembunuh bisnis.
Menu yang Berdarah, Banyak kejadian karena marketing “liar” yang ingin drive pelanggan agar menarik suka iming iming low price sebagai keunggulan. Padahal komposisi yang dijual tidak bisa mencapai profit bahkan rugi. Makin laris makin rugi. Hati hati dengan declare paket seribu, paket limaribu atau sepuasnya. Menu yang tidak dihitung secara rasional akan menyumbang kerugian yang bertubi tubi.
Menu Yang Mendadak habis, banyak kasus karena “napsu” mengangkat menu yang terlihat berbeda karena jarang dijual orang menggunakan bahan baku langka. Misal menggunakan bahan musiman tanpa studi kelayakan continuetasnya. Sustainable raw material is important. Tiba tiba saja ketan durian tidak ada lagi karena tidak musim durian atau pempek terpaksa ditutup dari daftar menu karena ikan gabus mahal dan langkah. Persepsi konsumen, adalah resto anda jual janji palsu. Sekali datang durian tidak ada konsumen akan berhitung, aduh jauh jauh pakai transport dan tenaga, ketan durian habis. Pasti konsumen anda akan tidak balik lagi. Yup boro boro dapat pelanggan, pembeli saja tidak ada.
Menu Yang Dicurangi karena bahan baku mahal, banyak resto yang tiba tiba mengurangi ukuran baik berat atau ukuran karena tiba tiba bahan baku mahal. Karena harga bebek ukuran 1 kg naik drastics maka menggunakan karkas 800 gr, agar harganya tercover. Pembeli baru mungkin tidak tahu, tapi jika itu pelanggan maka memory pengalaman nya akan membandingkan. Merasa dicurangi membuat pelanggan tidan nyaman dan bisa meninggalkan pelan pelan. Ditinggalkan pelanggan setia, itu menggali kubur sendiri.
Terlalu banyak variasi menu, menyisakan bom waktu. Banyak yang beranggapan bahwa menu yang banyak itu symbol kemampuan melayani keinginan pelanggan. Seolah paling jago memasak banyak variasi. Padahal dengan banyak menu bahan baku, bahan pembantu sampai kemasan juga jadi banyak. Unit pendukungnya jadi banyak dan panjang , stok menumpuk. Uang berhenti karena lama tidak berputar. Penyimpanan jadi mahal karena gerakan lamban. Tanpa sadar tiba tiba uang cash anda tersedot di stok. Dan bom waktupun meledak.
Sebenarnya banyak sih contoh kasus kasus bahwa menu menjadi penyebab bisnis kuliner hancur baik secra cepat maupun pelan pelan. Penyebabnya dari awal Menu tidak didesign sebaik mungkin sesuai dengan standard. Menyusun Menu ada ilmunya. Menyusun Core Menu yang sustain dan profitable hanya itu jawabnya. Kembalikan fungsi menu pada perannya. Materi Core Menu sustain dan profitable ini selalu diajarkan di kelas Scale up cara resto kelas dunia di Forum Manajemen Resto. Ini dasar dari manajemen pengelolaan resto atau katering. Selamat mereview menu.
3 januari 2018, yuyun anwar