Bisnis Abon Jamur Dalam Kemasan (Olahan Berbahan dasar Jamur Tiram) « YuyunAnwar.Com

Jumat, 29 Juni 2012

Bisnis Abon Jamur Dalam Kemasan (Olahan Berbahan dasar Jamur Tiram)


Jamur Tiram, makan banyak yang menanam

Jamur tiram (pleorotus ostreatus ) tiba tiba merebak dan banyak bermunculan. Dalam bentuk segar di pasaran dengan mudah jamur ini mudah didapatkan. Untuk melengkapi aneka masakan sehari hari mulai oseng, sup sampai mie ayam jamur ini banyak digunakan. Rasanya enak, gurih dan sedap. Kebutuhan semakin meningkat dan jumlah petani atau yang menanamnya juga semakin bertambah.
Jamur tiram yang merupakan jenis jamur kayu ini mudah untuk dibudidayakan dengan aplikasi teknologi yang sederhana. Pengembangan jamur tiram tidak memerlukan lahan luas, cara budidaya yang mudah, masa produksi relative cepat dan  waktu panen cepat serta terus menerus. Menanam jamur tiram bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan baik skala kecil sampai besar. Dijadikan sebagai usaha sampingan (kadang kadang karena tidak butuh perawatan khusus) ataupun utama.
Menjamurnya petani jamur tiram satu menimbulkan dilema karena jamur ini mudah busuk. Ketika penyimpanan salah atau suhu ruangan yang tidak cocok, jamur ini mudah untuk menjadi rusak. Bahkan yang lebih menakutkan adalah ketika panen besar datang, sementara kebutuhan akan sayur segar sudah terpenuni, maka petani akan bingung hendak dikemanakan jamur tersebut.
Semakin banyak bahan baku yang tersedia sebenarnya tantangan tersendiri untuk melakukan inovasi agar tidak menimbulkan kerugian akibat jamur segar tidak terserap pasar. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai lebih jamur adalah dengan mengolahnya menjadi aneka makanan yang awet dengan nilai jual tinggi. Ketersediaan bahan baku menjadi peluang munculnya usaha olahan berbahan dasar jamur tiram.


Abon Nabati Jamur, Bisakah ?
Abon adalah satu makanan yang awet dan banyak digemari. Abon yang dulu hanya digunakan untuk lauk sekarang sudah banyak digunakan untuk aneka toping roti dan kue. Kalo biasanya abon terbuat dari bahan daging misal nya daging sapi, ayam, atau ikan tenggiri, membuat terobosan abon nabati yang bebas dari bahan hewani menjadi salah satu ide yang patut dipertimbangkan.
Keunggulan membuat abon jamur disamping dari sisi harga relative lebih murah, juga dari kandungan gizinya tentunya berbeda dibanding dari bahan hewani. Jamur adalah salah satu bahan nabati yang banyak mengandung serat. Untuk kelompok vegetarian yang mengkonsumsi bahan yang mengandung hewani, bisa menjadi pasar khusus.
Dari sisi rasa, jamur memiliki rasa sedap dan gurih yang mendekati rasa daging. Sementara tektur jamur yang berserat jika dimasak dengan bagus akan mirip dengan serat daging. Cara membuat abon jamur tidak memerlukan investasi yang mahal. Bisa dimulai dari dapur sendiri dengan menggunakan peralatan dapur seadaanya.

Mengemas Abon
Agar Abon yang dijual tetap awet pengemasan menjadi sangat penting sekali. Jika tidak dikemas dengan baik dan benar, kemungkinan abon tercemar bahan berbahaya serta cepat rusak sehingga memperpendak umur simpan menjadi ancaman tersendiri. Agar awet abon harus dikemas dengan menggunakan alternative misal :
  • Menggunakan plastik PET yang tebal, bisa berupa lembaran plastik yang banyak dijual di beberapa toko plastik besar (misal di Surabaya) dengan ketebalan tertentu. Bisa berupa toples atau kantong lembaran biasa. Gunakan yang memiliki ketebalan diatas 0.6 mm misalnya sehingga tidak mudah tertenmbus oleh udara.
  • Menggunakan plastik PE, lebih elastic dan rapat, jika untuk bungkus dalam tidak perlu menggunakan yang jenis tebal.
  • Menggunakan plastik vacuum (nilon) yang relative lebih elastis. Jika digunakan dengan mesin vacuum hasil kemasan lebih bagus dan tahan lama karena tidak ada kandungan udara di dalamnya.
  • Menggunakan composite can dari bahan karton dan aluminium foil yang digabungkan. Kemasan ini lebih mahal dibanding yang lainnya.
  • Aluminium foil juga sangat cocok untuk mengemas abon karena lebih tahan terhadap perubahan suhu di luar.
Agar hasil kemasan bagus, jangan lupa mencantumkan merk, komposisi, tanggal kadaluarsa, berat, nama produsen sampai cara pakai. Jangan lupa menuliskan keunggulan abon jamur yang anda miliki. Ini sangat penting karena kemasan lah yang paling diingat dan menarik  konsumen sebelum merasakan produknya.

Tips Membuat Abon Jamur
  • Abon Jamur agar awet setelah digoreng kering sebaiknya ditiriskan dengan baik. Untuk skala besar menggunakan mesin peniris minyak. Untuk skala kecil bisa memeras atau menekan dengan menggunakan kain/tissue sehingga minyak keluar. Kandungan minyak yang banyak dalam abon akan membuat rasa tengik dan mempercepat masa simpan (mudah berjamur).
  • Kedua bagian jamur baik batang maupun daun bisa digunakan. Jika menggunakan bagian batang pastikan pengirisan tipis atau dipukul tipis sehingga mudah kering dan tidak liat.
  • Abon bisa menggunakan bahan baku kwalitas B misalnya karena ukuran jamur tidak jadi masalah. Jamur ukuran kecil atau kurang laku bisa digunakan untuk jamur.
  • Gunakan api kecil sampai terus diaduk sampai mengering. Jika abon kurang juga, bisa dibantu dengan menambah pemanasan dengan menggunakan oven. Jangan menjemur abon matang di bawah terik matahari karena malah kotor dan berdebu.
  • Pengemasan dilakukan dalam kondisi sudah dingin. Gunakan ruangan khusus dan sarung tangan sehingga abon jamur tidak terkontaminasi dengan kotoran atau bahan lain.
  • Pemipihan atau pengirisan menentukan kwalitas kering abon nya.


Resep Abon Jamur Pedas

Cara Membuat Abon Jamur
Bahan :
Santan                                     300 ml
Laos                                        10 gr
Garam                                     4 gr
Gula merah                              40 gr
Bawang merah                        50  gr
Bawang putih                          20 gr
Tumbar                                    1 gr
Asam                                       3 gr
Daun salam                             2 gr
Cabe bubuk                             15 gr

Cara Membuat : Jamur tiram dicuci dan diberihkan bagian kotornya. Kukus selama 10 menit, angkat dan dinginkan. Peras jamur sampai agak mengering (700 gr jamur mentah setelah dikukus dan peras menjadi 300 gr).  Potong jamur bagian daun sendiri dan batang dikumpulkan tersendiri. Potong potong kecil kedua bagian jamur tersebut. Bagian batang setelah dipotong memanjang mirip serat daging harus dipipihkan dengan menggunakan pemipih (bisa uleg uleg) sehingga batang jamur benar benar tipis dan tidak tebal. Batang yang tebal membuat abon tidak kering sehingga liat dan lembab.
Haluskan bumbu laos, bawang merah, bawang putih, gula merah, tumbar dan asam. Tumis sampai harum, masukkan daun salam dan jamur. Aduk dan tambahkan santan. Aduk sampai tercampur rata, kecilkan api. Aduk terus sehingga tidak gosong sampai adonan mengering. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat adonan menjadi kering. Sesuaikan dengan panas api sehingga tidak kebesaran. Api yang besar membuat adonan mudah gelap.
Ketika abon sudah mengering segera angkat, dingin dan tiriskan. Jika belum memiliki mesin peniris untuk menghilangkan minyak, abon harus diperas sampai minyak hilang bisa menggunakan kain atau tissue. Campurkan dengan cabe bubuk sehingga abon terasa manis dan pedas. Abon boleh dikemas setelah minyak hilang dan dingin. Kandungan minyak dalam abon membuat abon jadi mudah tengik dan berjamur, sehingga tidak tahan lama.
*anda bisa berkreasi dengan menambahkan aneka rasa karena abon dari bahan jamur cenderung bersifat netral: Bisa ditambahkan bubuk kaldu ayam menjadi abon jamur ayam, biji wijen, bawang putih goreng atau bawang merah goreng atau aneka bumbu tabur lainnya.
*Rendeman jamur setelah masak dan peras 42% dari jamur segar = harga 1 kg jamur mentah : 42% = harga per kg setelah diperas.



Analisa Usaha Abon Jamur Pedas



Nama Bahan
 Jumlah/gr
 harga/kg
 Total/Biaya/Rp
Jamur
              300.00
                  9,523.81
                          2,857.14
santan
              300.00
                  4,000.00
                          1,200.00
laos
                10.00
                  4,000.00
                                40.00
garam
                   4.00
                  1,500.00
                                   6.00
gula merah
                40.00
               12,000.00
                              480.00
bawang merah
                50.00
               15,000.00
                              750.00
bawang putih
                20.00
               15,000.00
                              300.00
tumbar
                   1.00
               45,000.00
                                45.00
asam jawa
                   3.00
               30,000.00
                                90.00
daun salam
                   2.00
                  5,000.00
                                10.00
cabe bubuk
                15.00
               45,000.00
                              675.00
Total jumlah
              745.00

                          6,453.14
Jumlah biaya untuk



Setelah digoreng , rendemen = 36,9%
              275.00
gr

Harga kg


23,465.97


Analisa Biaya Operasional  Per Hari



Perkiraan Penjualan 50 pack x 100 gr = 5 kg abon jadi






Pengeluaran Biaya produksi  50 pack



Bahan Abon Jamur

Rp.
117,330
Upah karyawan

Rp.
35,000
Bahan Bakar

Rp.
10,000
Kemasan toples + label  (Rp. 600 x 50)

Rp.
30000
Listrik

Rp.
1,000
Biaya Lain Lain

Rp.
5,000
Total Pengeluaran

Rp.
198,330
Harga Pokok Per  toples

Rp.
3,967
Harga Jual Per toples

Rp.
7,500




ANALISA KEUNTUNGAN PER HARI



Penjualan 50 pack x harga jual

Rp.
375,000
Perkiraan Keuntungan per hari



Penerimaan - pengeluaran

Rp.
176,670



1 komentar:

  1. mantap banget,,new inspirasi,,thanks ya smoga berkah smua urusannya

    BalasHapus