Bisnis Potensi Daerah Bisnis Kerupuk Ikan Berkumis, Makin Manis « YuyunAnwar.Com

Selasa, 26 Juni 2012

Bisnis Potensi Daerah Bisnis Kerupuk Ikan Berkumis, Makin Manis


Kerupuk Lele, Cara Tepat Meningkatkan Nilai Jual Ikan lele
Lele atau bahasa latinnya adlaah clarias sp yang artinya lincah dan kuat memang mengacu pada sifat dasar ikan budidaya air tawar tersebut. Lele goring atau sebut pecel lele adalah merupakan salah satu menu yang berkembang pesat seiring majunya budidaya lele. Pecel lele bukan lagi usaha kuliner ecek ecek, meski dalam skala kecil namun dengan jumlahnya yang luar biasa besar bisnis lele merupakan bisnis dengan omzet ratusan juta.  Usaha makanan berbahan dasar lele bias dipastikan masih memiliki potensi yang sangat luar biasa.
Trend berkembangnya usaha lele bisa diliat dengan munculnya aneka jenis olahan lele trendy siap saji semacam lele krispi yang ternyata banyak digemari. Fakta ini menunjukkan usaha lele tidak akan pernah mati disamping karena dukungan dari keberadaan lele yang continue setiap hari. Lele adalah ikan budidaya yang bisa dikembang biakan tanpa mengenal musim dan bisa dikembangankan dengan mudah tanpa membutuhkan penanganan yang khusus. Aneka jenis lele budidaya dengan cara dan teknik terbaru senantiasa berkembang yang bertujuan untuk mempercepat produksi ternak lele . Ini menunjukkan bahwa permintaan lele semakin lama semakin meningkat.
Ikan lele dengan kumis yang khas memang memiliki kelebihan yakni rasanya yang gurih dan lezat dan sebaran duri yang teratur. Dibanding jenis ikan lain yang terkadang durinya tersebar ke seluruh tubuh, lele memiliki struktur tubuh dimana duri hanya berada di bagian tengah saja. Ini sangat memudahkan untuk disantap. Tidak terlalu ribet dengan sibuk mengambil serpihan duri nya. Ketika budidaya lele belum berkembang pesat, suplay bahan lele sebagai lauk biasanya berasal dari lele sungai liar yang tentu saja keberadaannya tidak continue. Dengan suplai bahan baku yang luar biasa dan pasar yang besar, usaha makanan dengan bahan dasar lele tak perlu dikhawatirkan.
Pasar Kerupuk Lele Untuk Lauk , Snak atau Oleh Oleh ?
Salah satu usaha dengan bahan dasar lele adalah dengan membuat kerupuk lele karena bisa menjadi salah satu ide baru. Kerupuk merupakan ide untuk mengawetkan lele. sebagaimana lele yang memang cepat busuk maka membuat makanan kering sebagai salah satu upaya untuk mengawetkan.
Kerupuk dengan kandungan ikan lele dapat dipasarkan sebagai pendaamping lauk atau camilan. Ini artinya kerupuk dapat berfungsi sebagai pasar ganda. Sebagai pendamping lauk kerupuk memiliki pasar yang sangat luar biasar, orang Indonesia pada umumnya terbiasa makan dengan ditemani kerupuk. Dalam setiap hidangan tanpa terbatas jenis menu dan masakan, kerupuk selalu dicari sebagai teman makan. Kebiasaan ini sebenarnya yang membuat industry kerupuk bertahan sekian lama dan tetap berkembang. Usaha kerupuk untuk teman lauk biasanya dikemas dalam bentuk bulky atau ukuran besar. Kerupuk disajikan dalam kaleng atau plastic dengan kemasan biasanya. Untuk jenis ini yang paling terbanyak adalah pembuat kerupuk menjual dalam bentuk mentah. Pembeli yang akan menggorengnya sendiri. Namun perkembangan akhir akhir ini banyak juga dengan alasan praktis memilih kerupuk siap saji (sudah digoreng)  untuk memenuhi kebutuhannya.
Fungsi snak adalah merupakan pengembangan dari pasar kerupuk sendiri, tak hanya teman makan kerupuk lele diharapkan menjadi snak atau makanan ringan yang sewaktu waktu bisa dikonsumsi saat santai, acara wisata, nonton tivi ataupun even yang lainnya. Sebaiknya jika ingin membidik target pasar snak kerupuk dikemas kecil dan mudah untuk ditenteng serta mudah dinikmati kapanpun. Beberapa jenis kemasan berbahan dasar plastic yang diprinting merk dan gambar bagus bisa menjadi salah pilihan penting agar kerupuk terkesan sebagai snak.
Disatu sisi, kerupuk sebagai makanan yang paling menyebar seluruh nusantara ternyata memiliki daya pikat khas. Yakni kerupuk biasa dianggap sebagai salah satu hasil olahan yang bersifat kedaerahan. Ini adalah potensi yang cukup besar menempatan kerupuk sebagai makanan yang akan bersifat khusus dan tidak mudah ditiru daerah lain. Ini pun terkait dengan hasil atau potensi alam daerah tersebut. Sebut beberapa daerah penghasil kerupuk yang cukup tersohor di Indonesia seperti Sidoarjo, Palembang, Bangka dan seterusnya. Semuanya terkait dengan potensi alamnya misalnya sidoarjo dengan kerupuk udangnya, kerupuk ikan Palembang dan Bangka dengan kerupuk cumi. Lele barangkali karena bisa dibudidayakan menjadi salah satu andalan juga karena tidak terkait dengan potensi khusus. Tinggal memadu padankan dengan cirri daerah missal kerupuk lele bumbu balado, kerupuk lele bumbu terasi , kerupuk lele rasa pedas manis dan seterusnya.
Peralatan yang dibutuhkan  (cukup dari dapur saat awal):
Plastik pembungkus
Tali karet/untuk mengikat
Kompor
Dandang/pengukus
Gilingan daging
Penumbuk
Baskom,
Pisau
Talenan
Kulkas

Cara Pembuatan Ide usaha  Kerupuk Ikan Kumis Rasa bawang putih dan Analisa Hitungan Usaha
Perhitungan Harga Kerupuk Lele rasa Bawang putih


Bahan
Berat/gr
Harga/kg
Biaya/Rp
 daging lele filet
                 600.00
                  18,000.00
                        10,800.00
 tapioka
                 600.00
                     5,500.00
                          3,300.00
 bawang putih
                   40.00
                  15,000.00
                              600.00
 air*
                 200.00
                        125.00
                                25.00
 fiber ksp* 
                   30.00
                120,000.00
                          3,600.00
 penyedap/vitsin
                     5.00
                  15,000.00
                                75.00
 soda kue
                   20.00
                  25,000.00
                              500.00
 gula*
                   40.00
                  12,000.00
                              480.00
 Jumlah
              1,535.00

                19,380.00
Setelah oven/kering
                         950.00

                        20,400.00

Cara Pembuatan :
Haluskan bumbu dan daging lele . Fillet lele bersih dari warna kulit hitamnya sehingga penampilannya lebih cemerlang. Jika daging lele tidak digiling dengan sempurna gunakan penumpuk untuk menguleninya. Campur bahan lele, bahan kering (tapioca, soda, vitsin, fiber) lainnya dan bumbu (garam, gula) yang dihaluskan, beri sedikit air sambil diuleni sampai rata dan bisa dibentuk serta tidak lengket.
Masukkan dalam plastic dan bentuk seperti lontong. Kukus sampai mengeras.  Iris kerupuk tipis tipis menggunakan pisau dan talenen. Agar mudah diirisi adonan bisa disimpan di kulkas sebentar lalu diiris. Jemur selama 2 hari atau melihat kondisi sinar matahari. Jika skala besar besar bisa menggunakan mesin oven.
*fibre ksp untuk merenyahkan, biasanya jika tradisional menggunakan telur bebek/ayam sebanyak  5 butir.
*gula bisa menggunakan pemanis rasa agar penampilan tidak coklat , pemanis rasa yang sesuai dengan standard kesehatan.

Analisa Usaha Penjualan Kerupuk Ikan Lele Rasa Bawang Putih kemasan siap saji 50 gr x 200 pack
 Biaya Operasional



 baiaya bahan 10 kg kerupuk

Rp.
                      204,000.00
 kemasan @ Rp.500

Rp.
                      100,000.00
 Tenaga kerja

Rp.
                        40,000.00
 minyak goreng

Rp.
                        24,000.00
 Biaya bahan Bakar/elpiji

Rp.
                        10,000.00
 Transport dll

Rp.
                          7,000.00
 Jumlah Biaya operasional

Rp.
                      385,000.00
 Harga pokok per pack

Rp.
                          1,925.00
 harga jual per pack

Rp.
                          3,000.00
 omzet per hari

Rp.
                      600,000.00
 keuntungan = omzet - biaya operasional

Rp.
                      215,000.00
 *komposisi dan kemasan segmen kelas menengah, jika ingin lebih ekonomis gunakan komposisi
 murah meria
 Tulisan Yuyun Anwar Dimuat di Harian Surya, Surabaya

4 komentar: