FOOD SAFETY CHALLENGES FOR INDUSTRY 4.0, A SEMINAR Review Singkat dan Analisa Dampak Food Safety Appliance di Industry Culiner By Yuyun Anwar, praktisi kuliner dan olahan pangan « YuyunAnwar.Com

Sabtu, 15 Desember 2018

FOOD SAFETY CHALLENGES FOR INDUSTRY 4.0, A SEMINAR Review Singkat dan Analisa Dampak Food Safety Appliance di Industry Culiner By Yuyun Anwar, praktisi kuliner dan olahan pangan


FOOD SAFETY CHALLENGES FOR INDUSTRY 4.0,
A SEMINAR
Review Singkat dan Analisa Dampak Food Safety Appliance di Industry Culiner
By Yuyun Anwar, praktisi kuliner dan olahan pangan

Depth in seminar ini banyak dihadiri oleh ahli tehnologi pangan dan industry olahan makanan besar yang sudah memiliki brand besar, bahkan mungkin saya satu satunya dari UKM yang dianggap “kurang” industry tapi banyak menggerak ekonomi Indonesia, yakni kuliner UKM.

Pencanangan RoadMap Revolusi Industri 4.0 oleh presiden  bulan april 2018 dimana  Industri 4.0 di Indonesia akan dimulai dengan pengembangan lima sektor manufaktur yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, dan industri elektronik. Airlangga menuturkan sektor tersebut dipilih setelah melalui evaluasi dampak ekonomi dan kriteria kelayakan implementasi yang mencakup ukuran PDB, perdagangan, potensi dampak terhadap industri lain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar. Mengutip laporan lembaga riset McKinsey pada 2015, dampak revolusi industri 4.0 akan tiga ribu kali lebih dahsyat dari revolusi industri pertama di abad ke-19.

Apa sih Industry 4.0 dan hubungannya dengan foodsafety?
Diisi oleh 5 pembicara yang memang pakarnya, mungkin ini satu satunya seminar yang secara khusus membahas detail tantangan food safety di era industry 4.0. Dengan secara bertahap memberikan paparan dari pemerintah yang dalam hal ini adalah kementrian perisdustrian diwakili oleh Sekjen Industri Agro. Tidak ada catatan spesifik selain mengutip kebijakan making Indonesia for Industry 4.0. Yang paling mengejutkan tidak banyak industry yang siap menghadapi 4.0, hanya 13% yang siap, yang 35 merasa siap dan sisanya bahkan belum tahu mau kemana. Industry makanan yang sudah menerapkan disebutkan 4 brand besar, yang mulai melakukannya dari hulu. Seperti biasa pemerintah akan menjadikan sector makanan minuman sekitar 35% kontribusinya dari seluruh sector yang ditetapkan diatas. Fokus utama pada Halal food dan Indonesia adalah F&B ASEAN Powerhouse .


Bagaimana aturan food safety di era disruption ini ?
Menyusul pembicara kedua dari Dir regitrasi Pangan Olahan, tentang strategi regulatory Industry 4.0. Kesiapan badan BPOM ini masih menyoroti hal hal tehnis saja sebagai upaya antisipasi meski belum detail, sepertinya focus BPOM hanya di Industry perusahaan Makanan yang terlihat kapasitasnya gede.Inovasi yang dilakukan BPOM tetap pada basis resiko. Yang Terbaru, BPOM menambah satu divisi yang akan bergerak untuk menangani fraud food, iklan label dan  cyber crime yakni divisi Penindakan dari Polri,jadi sepertinya Penindakan langsung bisa dilakukan ke depan. BPOM saat ini menjadi collaborator. Menyadari bahwa urusan food safety paling banyak berkaitan dengan UMKM dan UKM, agar mempercepat prosesnya, beberapa perusahaan besar diharapkan sudah menerapkan self regulatory control dan yang paling seru adalah penerapan QR code untuk industry obat sampai pada traceability asal produk,sedang makanan pada makanan olahan QR code memastikan bahwa makanan tersebut sudah teregister.Isu Isu yang lebih spesifik dan jadi tuntutan ke depan adalah allergen, authenticity, GMO, Organik dan bahkan asal usul bahan. Konsumen utuh informasi lengkap dari sebuah produk makanannya saat akan dikonsumsi.


Pengembangan dan Tantangan Food Industry 4.0, perlukah ?.
Penyampaian Prof Purwiyatno, kali cukup mengelitik dengan cerdas dan lugas mendefinisikan perubahan pola hidup dan pola pikir mileneal yang akan berdampak terhadap urgensi dan penyesuaian aplikasi foodsafety di usaha makanan dengan gaya hidup : malas, entitled, tehno addict dan narcism. Ciri ciri makanan minuman yang bakal mudah diterima di industry 4.0 adalah dengan karakter cepat, mudah, personalize, informative (traceability), visual , dampak social, entertaining dan smart. Jadi perubahan mendasar food safety adalah : dari REAKTIF menjadi INISIATIF. Tidak bisa kebijakan food safety hanya menjawab munculnya masalah atau handling masalah tapi menjawab trend dan kejadian ke depan (inisiatif). Jawaban dari perubahan perilaku diatas adalah digitalisasi Nilai Pangan. Digitalisasi masih pada konsep food safety yang berbasis Jasmani (ancaman fisik,mikrobiologi,kimia) dan rohani (agama,keyakinan, budaya), adahal baru food safety based on rohani (sesuai dengan era milenial tuntutan lebih personalize). Digitalisasi nilai pangan memastikan INFORMASI tersedia, dapat dibaca, dapat diambil/simpan, transferable, communicable dengan menggunakan smart device. Memang informasi yang melingkupi makanan yang kita konsumsi belum sesuai dengan kebutuhan diatas. Inovasi adalah jawaban agar proses digitalisasi nilai pangan berdasarkan food safety yang harus lebih baik dari sisi : taste, praktis, health, halal, keterjangkauan dan seterusnya.


Food safety testing for industry 4.0 ?
Pada bahasan ini prof Endang sutriswati lebih cenderung membahas tehnis bagaimana melakukan uji unutk menjaga keamanan pangan berdasarkan tuntutan yang lebih komplek dan variatif. Tentu saja peralatan canggih semacam Elisa kit, PCR dan seterus nya memang diperlukan. Sadar meski untuk beberapa uji tidak bisa dilakukan cepat sebagaimana tuntutan kini.

Designing food for Industry 4.0, Ada kah yang baru ?
Materi yang disampaikan Prof Ratih Dewanti ini lebih bersahabat dan tidak kaku saat menjalankan Food safety management.Tantangan Industry pangan 4.0 adalah pertama, meningkatnya minimalis prosess produk, ready to eat dan faster distribution. Kedua, Dinning out with ready meals dan fresh meal, ketiganya munculnya foodborne di sayuran, daging, seafood, RTE dan susu. Keempat, permintaan variasi produk , transparansi produk dari nutrisi sampai asal (perlu IT) dan terakhir Tracability from field to plate yang bisa dimonitor (butuh digitalisasi). Dengan tantangan tersebut dibutuhkan inovasi analisa dan testing food yang cepat dan akurat.
Untuk mendesign food safety yang modern tetap berbasis GMP/SSOP, HACCP dengan konsep risk analysis sebagai regulator. Risk managementnya bersarkan tujuan mengendalikan bahaya, aplikasi tujuan itu aplikable dan efek dari frekwensi . Tetap pada prinsip penyelenggaraan food safety dari monitoring, validasi dan verifikasi untuk menjamin munculnya bahaya.
Yang istimewa dari penjelasan ini adalah, konsep food safety lebih ramah terhadap perubahan tidak focus pada uji dan parameter tetap tapi bisa berdasarkan efek dan kebiasaan dan out put data per hari. Industry 4.0 pasti sangat terkoneksi dengan food safety karena penggunaan IT untuk mengumpulkan data dari supplier sampai plate, lebih cepat. Proses informasi lebih singkat dan akurat. 


Food Safety Challenges Food Industry 4.0 terhadap Bisnis Kuliner ?
Mari kita kembalikan dengan situasi nya dengan bisnis kuliner yang sebenarnya part of food industry. Sayangnya, food safety on culinary biz tidak terlalu diangkat karena masih dianggap sebagai bisnis terlihat recehan.
Faktanya yang mungkin akan muncul sebagai pemenang adalah UKM karena proses bisnisnya lebih cepat dan sederhana . Too high cost bagi industry makanan besar untuk melakukan perubahan cepat . UKM terutama bisnis resto,dimana trend  (dine out, leasure, praktis,cepat gak pake lama, personalize, narsis) dapat disediakan di bisnis resto. Ingat sector makanan mengambil peran besar dalam era industry 4.0.
Aplikasi food safety di jasa boga resto tidak se sempurna industry makanan yang memang dari awal sudah disiapkan dengan sarana dan prasarana yang bisa mengurangi munculnya bahaya pangan. Program dasar membuat usaha makanan yang berupa standard sanitasi higin dan SOP sudah dipersiapkan dengan baik untuk di validasi bahkan sampai verify pihak luar dalam hal ini oleh BPOM. Proses ini tidak akan terjadi pada usaha kuliner. Padahal risk managemen nya hampir sama dengan industry makanan yang spread of hazardnya juga luas spectrum nya.

Apa Saja Yang Perlu Diwaspadai Oleh UKM Kuliner terkait Food Industry 4.0
1. Quality during Distribution, trend munculnya jasa antar makanan yang sebenarnya adalah distribusi dalam waktu singkat , dimana ada tahapan di luar kendali manajemen internal yang mengantar makanan ke konsumen, padahal sumber makanan dari kita. Mengingat grab atau gojek, belum memiliki divalidasi apalagi di veryfikasi oleh regulator akan kemampuan menjaga cross kontaminasi silang selama mengirim makanan siap saji. Fast dan ready to eat, begitu sampai langsung disantap, tidak menjadi alasan jasa antar makanan dengan aplikasi IT tidak perlu syarat khusus untuk mengantar makanan. Cross contamination bisa saja automatis tingkat keparahannya karena debu di jalanan misalnya. Sudah kah ada aturan harusnya jasa antar makanan menggunakan wadah yang aman, melindungi makanan dari bahaya debu, tetap dingin/hangat, tetap bersih dan seterusnya sesuai dengan janji kita ke konsumen. Ini akan jadi wacana yang bisa memaksa jasa antar makanan pun harus memiliki fasilitas dan syarat yang sesuai food safety, jika tidak, tidak boleh ber operasi.
2. Kecepatan Penyajian , Gak pake lama, adalah hukumnya milenial, untuk UKM resto yang masih mengandalkan cara tradisional harus mulai mencari tehnologi dan metode terbaru agar makanan mudah disajikan. Dijamin resto anda akan ditinggalkan konsumen jika penyajian lama.
3. Memastikan kwalitas tetap sesuai janji. Belum ada alat ukur digital dengan sekali sentuh yang bisa menghitung berapa jumlah bakteri pembusuk dalam sepiring sate,sehingga mau tidak mau kerja keras untuk menjaga kwalitas menjadi penting. Begitu abai, kebiasaan untuk selalu berbagi informasi ,menyebabkan kwalitas jelek lebih mudah menyebar.
4. Pembenahan secepatnya basic sanitasi higin karena sumber kontaminasi terbesar adalah dari standard awal dan perilaku yang menjadi ancaman food safety. Membuat food safety by design lebih irit biaya dari pada memperbaiki atau bersikap reaktif terhadap kasus food safety.
5. Traceable all step. Semua tahapan harus terdata dan bisa diolah dengan IT sehingga konsumen bisa menerima informasi akurat sepiring nasi goreng beras nya dari daerh x, bawang yang free pestisda dan seterusnya. Dimana tuntutan konsumen yang pasti akan diakomodir oleh regulator untuk diwajibkan labelingnya. Ingat label allergen, halal,organic dan seterusnya akan wajib.
6. Up date saji makanan sesuai dengan kebutuhan dan menarik di foto akan membuat bisnis kuliner makin terangkat cepat di media social karena yang unik lebih sering di share.
7. Re engineering Menu, menyesuaikan menu agar profit, efisien, efektif dan manufactrable. Menu yang sulit dan prosesnya lama tidak disukai.
8. urus legalisasi bisnis kuliner sedini mungkin untuk mengurangi munculnya ancaman food safety.  





1 komentar:

  1. FANSBETTING – MASTER AGENT JUDI TARUHAN BOLA ONLINE, CASINO, TOGEL, POKER TERBAIK DI INDONESIA

    FANSBETTING - Selamat datang bettors online Indonesia di website Agen Judi Online terpercaya Fansbetting. Bersama kami anda bisa bergabung dan mulai bermain di berbagai game seperti judi bola online,Poker Online,Casino Online,Togel online dan bolatangkas online.

    Fansbetting, Master Agent yang melayani pembuatan account untuk taruhan bola online seperti sbobet, ibcbet, cmdbet. Ada juga permainan Casino Online, Tangkas, Togel, dan Poker. Banyak yang sudah menjadi member setia FANSBETTING, dikarenakan sangat terjamin keamanan nya, dan sudah sangat Terpercaya. Selain Proses Deposit-Withdraw yang super cepat, FANSBETTING juga melayani tuntas setiap transaksi member setia nya.

    Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam mengelola judi online di internet di indonesia, kami telah paham betul kebutuhan para bettors yakni kenyamanan, keamanan dan proses yang cepat dari deposit dan withdraw.

    Silahkan daftar dan menjadi member kami dengan mengisi form pendaftaran atau juga dengan menghubungi CS kami yang selalu online 24 jam di live chat. Dapatkan pelayanan yang cepat dan ramah dari kami agen judi online www.fansbetting.com.

    Game yang disediakan yaitu :
    * SPORTSBOOK:SBOBET,IBCBET,368BET.
    * LIVECASINO:338A-SBOBET CASINO,ION CASINO,CBO855.
    * BOLATANGKAS:TANGKAS777,88TANGKAS,BOLATANGKAS2,KLUB TANGKAS.
    * TOGEL:KLIK4D,ISIN4D.
    * POKER:SAHABATPOKER,ASIAPOKER77,POKERKING88,SENANGPOKER
    * NEW GAME : SABUNG AYAM

    Minimal Deposit 50.000,-
    Minimal Withdraw 50.000,-

    JOIN US : WWW.FANSBETTING.COM
    WHATSAPP: +855963156245
    WECHAT : fansbetting3
    line : fansbetting

    BalasHapus