TIPS MERAUP UNTUNG BESAR BISNIS MUSIMAN LEBARAN « YuyunAnwar.Com

Minggu, 29 April 2018

TIPS MERAUP UNTUNG BESAR BISNIS MUSIMAN LEBARAN



TIPS MERAUP UNTUNG BESAR BISNIS MUSIMAN LEBARAN
Yuyun Anwar,
Penulis buku dan konsultan kuliner pangan
Ig : yuyun_anwar
email yuyun_anwar@yahoo.com

Usaha musim Lebaran tetap menantang
Lebaran sebentar lagi. Bisnisnya pasti jalan lagi bahkan  bertambah lagi. Lebaran tambah lama bukan tambah sepi tapi semakin meriah sehingga bisnisnya seolah tiada henti. Berbisnis musiman menyambut lebaran atau hari besar lainnya memang memiliki fenomina tersendiri. Lebaran dengan aktifitasnya yang luar biasa membutuhkan uang ratusan juta, bayangkan itu dilakukan oleh orang se Indonesia dalam waktu yang sama.
Lebaran adalah aktifitas yang melibatkan banyak hal terutama berkaitan dengan keperluan ritual lebaran mulai transportasi (arus mudik balik), pakaian sampai hidangan yang wajib ada saat lebaran. Sebuah moment perayaan yang dilakukan sebulan setelah berpuasa wajib ramadhan, lebaran memiliki nilai yang luar biasa kuat. Menjelang (bulan puasa) sampai perayaan lebaran, kebutuhan menjadi meningkat sehingga pasar menjadi besar. Karena permintaan meningkat ketersediaan barang harus benar benar tersedia. Saat lebaran misalnya kebutuhan akan bahan pangan otamatis jadi bertambah karena persiapan untuk merayakan lebaran. Disebut musiman karena jenis usaha ini muncul saat lebaran, dan akan terulang lagi di lebaran berikutnya. Bertahun tahun terjadi dengan variasi omzet yang sangat dinamis.  Meskipun musiman bukan berarti tidak prospektif karena kebutuhannya selalu ada dan bahkan bertambah.
Melakoni usaha musiman semacam lebaran, tahun baru , natal atau hari besar agama lainnya memang berbeda dengan usaha pada umumnya. Kendala dan peluangnya juga berbeda. Peluang besarnya adalah karena musiman biasanya omzet besar dan mendadak. Persiapan dan stok untuk antisipasi melonjaknya permintaan adalah sangat penting sehingga semua kebutuhan terpenuhi. Sementara tantangan terbesar adalah waktu atau moment berjualan yang singkat. Bisnis musiman lebaran memiliki rentang waktu sebelum lebaran (puasa), saat perayaan dan setelah lebaran (suasana libur panjang).
Jadi meskipun ini adalah musiman yang datang setahun sekali bukan berarti bisnis kecil yang bisa dianggap remeh. Ketika kebutuhan makanan untuk merayakan lebaran meningkat dan pada waktu bersamaan itu adalah peluang yang luar biasa. Soal kemampuan beli, lebaran selalu dikaitkan dengan uang tambahan THR atau kalaupun tidak ada orang orang pasti menyediakan dana buat lebaran.

4 Peluang Moncer Bisnis Musiman Lebaran
  1. Kue kering, adalah peluang paling besar yang bisa dipersiapkan jauh jauh hari  karena boleh dibilang bisnis kue kering ini yang paling banyak diminati. Mengapa ? Peluangnya paling besar, sudah popular dan membudaya, mudah dilakukan dan lebih awet. Saat lebaran kebutuhan kue kering sebagai suguhan, buah tangan saat berkunjung atau parcel. Kue kering adalah makanan wajib . Bahkan lebaran seolah tak lengkap tanpa kue kering. Kue kering semacam kastangel, nastar, choco chip, lidah kucing dan sebagainya. Meski ada olahan pabrik berupa biscuit yang juga menyediakan aneka kemasan kue, kebutuhan akan kue kering tetap besar. Kebiasaan dan tradisi adalah pola yang berlangsung bertahun tahun dan berulang. Kue kering adalah tradisi yang tidak terpisahkan.
Kebiasaan menyajikan kue kering adalah peluang besar yang usaha ini bisa dimulai dari skala kecil sampai besar. Kue kering paling banyak dilakoni oleh home industry. Memulai usaha ini memang tidak mahal cukup dengan peralatan dapur, usaha ini bisa disiapkan mulai jauh jauh hari karena kue kering itu awet disuhu ruang ketika dikemas dengan rapat dan benar.
Untuk memulai usaha ini harus jelas memilih segmen pasar kue yang akan digarap. Segmen menengah atas barangkali adalah kelas yang paling mudah digarap karena harga kue tidak menjadi masalah penting. Kelas ini penuh sesak karena banyak pelaku usaha kue rumahan berlomba lomba membuat kue enak dengan harga lumaya tinggi , jadi akhirnya persaingan ketat. Kelas bawah adalah kelas yang sangat rentan dengan harga mahal sehingga untuk masuk di kelas ini diperlukan tehnologi yang membuat pembuatan kue cepat, enak dan murah. Ini adalah pasar besar yang belum banyak digarap oleh industry rumahan. Kelas bawah dengan daya beli minim pasti tetap beli kue lebaran. Tester kue sangat penting sekali dilakukan agar menarik pembeli karena banyak merk kue yang beredar di pasaran. Bentuk kue, harga dan rasa yang enak menjadi pertimbangan saat membelinya.
  1. Parcel makanan, memberi hadiah atau buah tangan sebagai ucapan atas keberhasilan berpuasa atau merayakan lebaran adalah kebiasaan yang berlangsung cukup lama. Usaha parcel sangat marak dan bisa dilakukan menjelang lebaran. Parcel bisa berisi buah, kue kering atau kue lain yang biasanya dikemas menjadi satu sehingga terlebih cantik. Usaha ini tidak perlu modal yang banyak, misal untuk menghemat buatlah semacam penawaran dengan contoh gambar lalu ditawarkan ke konsumen. Anda hanya tinggal melayani pemesan saja jika. Namun jika modal yang tersedia sudah cukup besar stok aneka parcel dengan variasi harga tidak masalah sehingga tinggal memasarkan saja.
  2. Lauk siap saji, lauk adalah kebutuhan yang diperlukan sebagai sajian tamu atau kebutuhan lauk karena masa libur, pembantu pulang atau pasar sementara libur sehingga rumah tangga tidak bisa memenuhi kebutuhan itu. Atau karena sibuk menerima tamu, tidak sempat masak maka lauk instan menjadi pilihan. Usaha penyediaan lauk siap saji ini bisa dalam bentuk pengawetan beku dan kering.  Tentu saja usaha ini adalah trend baru yang berkembang seiring gaya hidup praktis di perkotaan. Banyak kesibukan sehingga tidak sempat menyediakan lauk . Sangat berbeda di pedesaan biasanya supply lauk dan kue kadang dipersiapkan jauh hari dan punya waktu banyak untuk masak  sendir bahkan masak bareng bareng.
  3. Catering dan  Snak box untuk perayaan lebaran,setelah lebaran usai bukan berarti tidak ada bisnis lain yang bisa digarap berkaitan dengan pernak pernik lebaran. Halal bi halal adalah acara yang sering kali diadakan oleh kerabat, kantor,perusahaan ,sekolah bahkan komunitas untuk saling bermaaf maafan dan bersilahturahim. Halal bihalal ini bisa berlangsung  selama satu bulan.
Untuk membuat acara pertemuan semacam itu biasanya menyediakan kue sebagai hidangan bahkan acara lengkap dengan kateringnya. Halal bi halal ini bisa saja tidak satu kali dilakuan bahkan bisa berkali kali dengan beberapa kelompok tertentu.  Acara halal bihalal yang padat membuka peluang usaha musiman ini makin berkembang.

Tips Cerdas Bisnis Lebaran
Bisnis musiman disamping menjanjikan peluang omzet jutaan bukan berarti tidak memiliki kendala dan rintangan. Usaha musiman yang memang dilakukan secara waktu bersamaan dan singkat terkadang menyisakan masalah kenaikan harga bahan baku, penurunan kwalitas bahan dan kelangkahan bahan. Agar tidak kehilangan moment atau mengalami kerugian beberapa tips berikut dapat dijadikan pedoman saat memulai usaha lebaran ini.
  • Fokus, bagi pemula usaha musiman sangat penting untuk memilih focus produk pada satu titik sehingga konsentrasinya tidak pecah. Untuk memulai usaha memilih satu segmen pasar akan lebih mudah dikendalikan. Misal ingin membuka usaha kue kering yang murah meriah untuk kelas C, sehingga focus mengerahkan konsentrasi mencari kue yang popular, disukai, rasa enak, cara buat mudah sampai kemasan yang terjangkau.  Agar terlihat unik dan berbeda, sebaiknya pilih tema usaha misal khusus menjual kue tradisional mengusung resep kuno. Kemasan sesuaikan dengan target pembeli.
  • Stok bahan baku utama bisa disiapkan jauh hari sebelumnya untuk mengantisipasi kenaikan harga . Ini sangat penting bagi yang ingin membuka usaha makanan dengan harga murah karena margin profit kecil akan rentan tergerus oleh kenaikan harga. Beberapa bahan baku utama yang tahan lama bisa disiapkan.  Ini untuk mengantisipasi juga kelangkahan bahan baku misal kelapa, gula merah, terigu, telur dan seterusnya. Kelangkahan bahan baku membuat produksi terhenti/tidak bisa supply.
  • Perhitungan harga jual yang aman, bisnis musiman memang rentan dengan naik harga. Misal telur dan daging adalah bahan yang paling “berbahaya” karena kenaikan harga yang naiknya luar biasa membuat usaha bisa rugi. Sebelum menentukan harga pelajari trend kenaikannya sehingga bisa diikat harga yang paling aman.
  • Pelajari cara bikin makanan yang mudah dikerjakan (manufacturable) karena saat ada lonjakan permintaan tidak akan berpengaruh pengerjaanya. Tenaga kerja kadang menjadi penghalang meningkatkan produksi. Lakukan rekayasa produk sehingga bisa efisien.
  • Lakukan promo jauh hari sebelum lebaran bahkan sebelum puasa agar konsumen sudah mengenal lebih dekat, apalagi jika ada kegiatan incip incip, bulan puasa tidak memungkinan. Promo bisa dengan brosur , sampling ke komunitas atau online.
  • Kemasan yang bagus dan tepat membuat konsumen tertarik sehingga makanan yang dijual lebh memiliki nilai. Banyak pembeli lebih tertarik pada bungkus, apalagi moment lebaran adalah identik dengan merayakan, butuh sesuatu yang bagus.
  • Menjaga mutu makanan dan pelayanan yang dijual sebenarnya jauh lebih penting dari pada produktifitas itu sendiri. Mutu makanan yang bagus membuat konsumen akan kembali lagi. Produksi tinggi tapi pembeli lari pasti bikin rugi. Mutu yang baik terkait dengan sanitasi higin yang baik, performa produk  baik rasa, bentuk maupun penampilan yang standar, pelayanan yang ramah dan pengiriman  tepat waktu.
  • Memiliki Buffer stock produk jadi, makanan yang sudah dikemas harus punya buffer stok yang cukup dari target penjualan yang akan dicapai. Buffer stok untuk kue basah bisa berupa stok beku yang tinggal masak ulang. Buffer stock kue kering bisa berupa aneka produk kue kering dalam toples.

0 komentar