SUKSES MENGELOLA USAHA KUE KERING LEBARAN RUMAHAN « YuyunAnwar.Com

Sabtu, 07 Mei 2016

SUKSES MENGELOLA USAHA KUE KERING LEBARAN RUMAHAN

SUKSES MENGELOLA USAHA KUE KERING LEBARAN RUMAHAN
Yuyun Anwar
Food Consultan dan Penulis buku
Email yuyun_anwar@yahoo.com  sms : 08176456368, twitter : yuyun_anwar

Lebaran, Puncak Bisnis Kue Kering
Berbisnis Kue Lebaran seolah terkesan musiman dan tidak menguntungkan ?.  Salah besar jika ada anggapan bisnis ini hanya musiman dan recehaan. Apa yang terbayang saat lebaran, pasti aneka kue lezat di meja tamu, paket hantaran kue kering atau aneka parcel kue nastar, keju dan aneka kue lainnya. Tradisi menyajikan kue ini  sudah cukup lama turun temurun dari generasi ke generasi. Lebaran tanpa kue kering pasti tak mungkin. Kue kering memiliki nilai luar biasa sebagai hantaran selain alasan kultur karena daya tahan lebih lama, rasanya yang gurih dan renyah dan praktis cara menyajikan/langsung makan.
tradisi hantarn dan suguhan saat lebaran memberi dampak meningkatnya bisnis kue kering. Semua kalangan saling  silahturahim, pulang kampung atau menjenguk keluarga. Hantaran dan suguhan adalah ritual yang tak terpisahkan untuk menambah akrab suasana.  Dibanding  aneka biscuit dan bakery modern yang berkembang saat ini kurang mampu menggeser posisi kue kering. Kue kering tetap menduduki peringkat nomor satu sebagai suguhan dan hantaran yang layak di hari lebaran.
Membawa hantaran ke sanak famili atau relasi dan menyajikan kue kering menjadi keharusan. Perasaan malu akan mendominasi jika datang bertamu tanpa buah tangan atau tamu datang tanpa jamuan. Kue kering adalah hidangan wajib selain ketupat. Kue kering menjadi snak teman minum saat berbincang santai dan silahturahim. Ini sebuah realitas yang berulang dan makin berkembang. Wajar pada saat lebaran permintaan kue kering meningkat tajam. Bahkan  bisnis kue kering mengalami puncaknya menjelang lebaran.
Dengan melihat realitas diatas bisa dipastikan bahwa omzet kue kering tidak main main. Kebutuhan saat lebaran meningkat drastis karena banyak akifitas yang didampingi kue ini. Kue kering adalah salah satu bisnis paling banyak dilakoni oleh UKM rumahan sehingga variasi rasa sangat banyak, sangat berbeda dengan biscuit modern yang hampir seragam. Kue kering dengan kebutuhan besar perlu persiapan sebelum lebaran mulai stok bahan baku sampai produksi karena proses puncak terjadi di hari lebaran.
Cerdas Menentukan Segmen Pasar
Persaingan usaha di kue kering sangat ketat dan keras. Usaha kue kering adalah usaha yang sangat mudah dilakoni karena bisa dibuat dengan alat sederhana dan sangat mudah. Siapapun bisa membuat kue kering. Tapi tidak semua orang bisa berbisnis kue kering. Catatan penting dan menarik sebenarnya adalah cerdas mengenal pasar kue kering saat lebaran begini. Bayangkan ribuan ibu rumah tangga atau UKM tiba tiba menjadi pengusaha kue kering dadakan, pasti ini akan membuat bisnis kue kering makin ketat.
Untuk memulai usaha kue kering dengan entry barrier yang rendah ini adalah baiknya memilih dan focus pada satu segmen sehingga kue mudah diterima oleh pembeli dan terhindar dari persaingan yang tidak sehat. Saling pukul harga jual di tengah kenaikan harga bahan baku kue pasti akan menjadi sumber kerugian. menentukan  konsumen yang akan membeli kue kering anda untuk lebaran itu disebut dengan segmentasi pasar. Segmen pasar mempermudah langkah pengusaha dengan modal kecil untuk focus di satu titik. Karena focus maka akan mudah memahami kebutuhan dan harapan konsumen. Mari kenali karaker segmen pasar kue berdasarkan pendapatan sebagai berikut :
  • Segmen kelas atas, yakni kelompok orang kaya dengan penghasilan besar saat lebaran kelompok ini juga menyisihkan uang dalam jumlah besar untuk belanja kue baik buat suguhan atau hantaran. Kelompok ini berdaya beli tinggi. Cenderung memilih kue yang enak dan mewah. Jika masuk di segmen ini pertimbangan harga pasti tidak jadi masalah bahkan jika dijual murah malah mereka curiga.  Berbisnis di kelas ini sangat mudah cara produksinya, tersedia aneka resep dengan menggunakan bahan bermutu dan mahal sehingga menghasilkan cita rasa yang enak luar biasa. Di kelas ini harga kue per pack antara Rp. 100,000-200,000, tidak ada masalah karena memang bahan baku pilihan. Enak dan cantik jadi ukuran. Gunakan kemasan yang mewah , aman, tebal dan terkesan higinis sehingga menjadi daya tarik luar biasa.  Penggunaan bahan bahan tambahan, pewarna dst kadang tidak menarik perhatian kelas atas. Mereka cenderung menggemari bahan alami dan natural.  Di kelas ini sensitive dengan kenaikan harga telur, mentega ataupun keju karena biasanya bahan bakunya khusus. Menjaga mutu adalah sangat penting karena penggantian bahan baku kadang merusak rasa sehingga konsumen kecewa. Meski daya beli tinggi kelas ini sangat kecil di Indonesia. Anda bisa berhitung berapa banyak orang kaya di sekitar anda. Jadi pasarnya kecil, profit tinggi  dan besar daya belinya
  • Kelas menengah, adalah jumlah kelas yang lebih banyak dibanding kelompok kaya. Kelas ini banyak dihuni oleh konsumen yang kalau dari sisi harga mereka rela merogoh kocek membeli kue kering dengan harga Rp. 40,000-100,000 per kemasan. Kelas ini relative agak pemilih krn menginginkan kue yang enak tapi terjangkau dengan daya beli mereka. Produksi kue kering di kelas ini lebih bisa diperbanyak karena kebutuhan juga banyak. Kelas ini agak sensitive dan mudah berpindah jika ada sesuatu yang lebih baik (harga, penampilan dan rasa) dan dengan mudah ditinggalkan jika kue kering anda biasa biasa saja. Bicara persaingan kelas ini cukup ketat. Pelaku usaha UKM dan rumahan paling banyak main di kelas ini karena memang dari pasar dan hasil komposisi bahan serta biaya produksi kue mereka akan cenderung kena/ada di kelas ini .  profit tidak bisa mengambil sebesar kelas atas, akan mudah goyah jika terjadi kenaikan harga telur, margarine, terigu atau bahan lainnya. Bahkan kadang tidak untung. Telur adalah salah satu pemicu kerugian karena kadang harganya melangit bahkan tidak tersedia (rugi tidak produksi). Jika anda memilih kelas ini pastikan bahwa kue kering yang dijual memiliki keunggulan unik. Ingat ini kelas dengan pelaku usaha paling banyak dan kompetisinya luar biasa.
  • Kelas C, adalah kelas paling banyak di Indonesia. Kelas ini paling besar pasarnya namun tidak banyak pelakunya. Jika boleh di difinisikan di kelas ini adalah daya beli per kemasan antara Rp. 15,000 – 25,000, atau lebih banyak dikenal Rp. 75,000-100,000 per paket isi 4-5 kemasan. Pemain di kelas ini tidak banyak  karena pengusaha rumahan kadang tidak memiliki tehnologinya bagaimana cara membuat kue kering murah mengingat bahan bakunya mahal. Tehnologi dan rekayasa menjadi jawabannya. Saat ini terbanyak kue kering kelas C banyak diisi dengan ribuan produk murah dengan penampilan yang bagus tapi rasa keras dan tidak enak. Ujung ujungnya kue kering tidak bisa dinikmati. Di kelas C meski daya beli rendah bukan berarti keinginan belanja rendah kelas C bahkan memiliki keinginan untuk tetap merayakan lebaran (ditandai dengan beli kue kering salah satunya) tinggi. Daya beli rendah, profit rendah, keinginan beli tinggi namun pasar luar biasa besarnya.
Dengan melihat kondisi tersebut, pilihan segmen adalah menjadi pilihan pengusaha sendiri karena masing masing segmen punya keunggulan dan tantangan tersendiri. Setiap pelaku usaha kue kering juga punya pertimbangan, relasi dan tingkat pengenalan kebiasaan konsumennya juga berbeda. Tapi jika ingin sukses berbisnis kue kering memilih segmen adalah wajib.
Setelah menentukan segmen pasar yang dipilih, langkah penting lainnya adalah menentukan keunggulan kue kering yang akan dijual dibanding pesaing. Lakukan studi lapangan pesaing dan buatlah tindakan dengan memberikan keunggulan produk anda. Dengan begitu konsumen akan mudah menerima kue kering bikinan anda.
Contoh Usaha kue kering murah segmen C tanpa Telur
Tips  Agar   Murah
1. Merekayasa komposisi  agar lebih murah. Misal dengan mengurangi beberapa jumlah bahan baku yang mahal misal keju, telur dan mentega
2. Mengurangi porsi dalam kemasan sehingga harga psikologis tercapai. Kemasan kecil akan lebih disukai karena terjangkau. Porsi kecil lebih murah.
3. Melakukan penggantian bahan dalam komposisi  dengan bahan yang lebih murah.Misalnya menggantikan telur dengan bahan pengganti telur , emulsifier,

 mentega dengan bos dst.
4. Membeli bahan baku bentuk “bulk” bukan bungkus kemasan, membeli dari supplier langsung sehingga mendapat harga khusus atau potongan. Menyederhanakan kemasan untuk mengurangi biaya.
5.  Mengambil keuntungan tidak terlalu banyak. Keuntungan sedikit tidak masalah asalkan omzetnya besar.
6. Memotong arus distribusi lebih sederhana, lebih dekat kepada konsumen sehingga harga lebih murah di tangan  konsumen langsung
7. Memeriksa mutu bahan baku, jika tidak bagus, ditolak. Ini penting untuk menghindari kerugian. Bahan baku yang jelek menyumbang kerugian besar.
8. Efisiensi cara kerja dan pekerja, sistem bonus atau tambahan bisa membuat pekerja lebih cepat dan akurat bekerja.
9. Manajemen FIFO, menjual snak berdasarkan urutan produksi untuk menghindari tertumpuknya barang dan mengendalikan kadaluarsa barang.
 Resep dan Perhitungan Harga Lidah Kucing
 bahan
 q'ty/gr
 harga/kg
 nilai/Rp
 margarine
                200.00
         12,000.00
                      2,400.00
 gula halus
                175.00
         20,000.00
                      3,500.00
 terigu
                175.00
            8,500.00
                      1,487.50
 maizena
                  25.00
         16,000.00
                          400.00
 vanila butter/bubuk
                    0.50
         35,000.00
                            17.50
 garam
                    1.00
            1,500.00
                               1.50
 air
                    7.00
               125.00
                               0.88
 ibs cookies /sp
                    8.00
       150,000.00
                      1,200.00
 Total jumlah
                591.50

                      9,007.38
 Setelah kering
                450.00
 Harga per kg
                    20,016.39
Cara Membuat :
Campur tepung terigu, maizena dan garam. Sisihkan.  Kocok margarine dengan gula,sp dan vanilla sampai lembut. Masukkan bahan yang  sudah dicampur. Aduk lalu tambahkan air. Cetak dengan cetakan lidah kucing. Oven selama 30 menitan. Angkat dan dingin lalu kemas.

Jika 1 kg harga dasar /pokok Rp. 20,016, maka jika ingin dikemas kecil ukuran 200 gr, harga pokok bisa menjadi Rp 4,004. Dengan harga tersebut maka harga jual bisa berkisar diantara Rp.10,000 – 12,000


INGIN MEMBUAT KUE KERING TANPA TELUR MURAH MERIAH BISA IKUT KELAS SAYA DI TRISTAR SURABAYA DAN FORTUNE SEMARANG BULAN APRIL 2016

0 komentar