7 ALASAN PERLUNYA MANAJEMEN PRODUKSI USAHA KATERING DAN WARUNG TANPA KOKI « YuyunAnwar.Com

Senin, 04 Januari 2016

7 ALASAN PERLUNYA MANAJEMEN PRODUKSI USAHA KATERING DAN WARUNG TANPA KOKI



Berangkat dari kesuksesan angkatan pertama workshop 3 days biz camp yang baru pertama kali diadakan di Indonesia, Yuyun anwar Institute dengan tabloid lezat kembali membuka kelas kedua kursus catering tanggal 21-23 Januari 2016 di surabaya yang merupakan camp paling lengkap bagi pebisnis katering dan warung kelas ukm (bukan kelas konglomerat). Ini adalah kelas para pengusaha yang butuh solusi karena masalah koki yang sering datang dan pergi, kwalitas makana yang turun, menghitung harga dan strategi usaha agar tidak bersaing penuh darah dengan sesama UKM nya.

Berawal dari keluh kesah teman teman UKM katering dan Warung kelas kecil menengah  yang memang tidak memiliki dana besar untuk membayar tukang masak/chef berkelas yang dianggap bisa membuat masakan yang enak , seringkali ditinggal tukang masak karen tergiur dengan tawaran dari perusahaan besar, tidak bisa memasak, tidak bisa menentukan harga karena tidak punya dasar pendirikan culinery,  sering kali kecapaian karena kebanyakan order,tidak memahami tehnik memasak dan berbagai alasan lain yang ternyata keluhan itu belum pernah terjawab. Ingat tidak semua pengusaha katering warung itu punya pendidikan kulinery. Wajar galau . Wajar kecewa dan takut ketika ditinggal tukang masak.

Atas dasar itu maka nekad menyusun program workshop (kursus catering) selama tiga hari yang dirancang khusus full day dengan praktek 25 resep baik masakan dari menu utama, snak, lauk, makanan pendamping sampai minuman , sehingga membuat manajemen praktis untuk usaha katering warung UKM. Benar adanya, rangkuman dari manajemen ini adalah pengalaman dan praktik lapangan yang bertujuan menjawab solusi pengusaha katering warung skala UKM.

Alasan Penting Mengapa Manajemen Produksi usaha katering patut diterapakan pada katering warung UKM yakni :

  1. Profesi Chef memang melekat pada perorangan sehingga cenderung bersifat personal. dalam situasi yang sulit seperti ini, pengusaha UKM sangat sulit membayar chef mahal dan takut suatu saat ditinggal pergi tukang masak. Disadari , bahwa keahlian memasak yang digantungkan pada satu orang sangat berbahaya bagi pengusah kecil. Saat Tukang masak kabur, maka bisnis akan Hancur. Maka jawabanya adalah manajemen, karena manajemen itu tidak bersifat personal.
  2. Resep masakan sebenarnya bisa dibuat ter ukur dan standard, tidak boleh tergantung pada feeling tukang masak. Mengacu pengalaman kami selama menjadi konsultan dan develop produk resto dan katering multinasional dimana standard formulasi terukur dan obyektif. Usaha kecil pun butuh panduan manajemen membuat resep yang terukur dan obyektif. tidak harus tergantung feeling koki.
  3. Order yang mendadak dan besar membuat pengusaha katering kelabakan lalu lembur semalam karena menganggap memasak harus dalam kondisi segar dan hari itu selesai.. Maka diperlukan manajemen stok dan memasak ala pabrik sehingga cepat tepat dan efisien.
  4. Masakan katering dan warung sangat beresiko untuk busuk dan high risk karena langsung dikonsumsi orang, katering dan warung ukm perlu pembekalan ilmu basic food safety dan pengendalian bahaya pangan sehingga pengusaha kecilpun bisa handle resiko bahaya pangan. disini seorang pengusaha katering warung sangat butuh manajemen food safety.
  5. Pekerjaan memasak tidak boleh bergantung pada satu orang karena jika keahlian hanya bertumpu pada satu orang maka tidak efisien, kecapaian, tidak konsentrasi. pengusaha UKM butuh menciptakan operator masak yang nanti di asembly pada satu titik sehingga pekerja memasak teratur terarah cepat efisien. Mirip pabrikasi mesin. cepat tepat. Manajemen diperlukan disini
  6. Penyajian masakan bisa dilakukan dalam waktu 3 menit, mirip yang dilakukan resto internasional. Di tengah persaingan ketat, jika pengusaha UKM masih berkutit pada anggapan lama memasak dalam waktu lama dan segar, maka bisnis nya akan tergilas. Disini dieprlukan manajemen produksi masakan sehingga penyajian menjadi cepat. Waktu adalah ukuran. Siapa cepat , dialah pemenangnya.
  7. seorang tukang masak sudah tentu memiliki tehnik tertentu yang memang kadang tidak disampaikan, pengusaha katering warung UKM tidak bisa mengantungkan pada tehnik tersembunyi dan tidak ter catat dengan baik. Aneka tehnik baik merekaya masakan agar awet, tidak menyusut, tidak berubah rasa, penampilan semakin bagus bahkan performanya tetap bagus saat disajikan sangat di perlukan. Manajemen akan mencatat dan mendokumentasi cara memasak dengan membuat buku panduan sendiri . Anda sendiri yang menyusunnya.

Dengan 7 alasan tersebut, setelah 3 hari mengikuti kelas kursus catering ini anda akan semakin percaya diri. Seorang pengusaha warung katering yang percaya diri karena menguasai ilmu memasak dengan menggunakan manajemen membuat bisnis anda akan berkembang. Jangan biarkan bisnis warung katering anda dibuat runyam oleh orang lain. Saatnya untuk belajar. Saatnya untuk segera bergabung. Kelas ke 2 di surabaya kelas 3 di Jakarta. Lihat antusiasme workshop catering tanpa koki angkatan pertama klik disini.


0 komentar