BISNIS ABON CABAI , MAKIN TRENDI DAN DISUKAI « YuyunAnwar.Com

Selasa, 14 Januari 2014

BISNIS ABON CABAI , MAKIN TRENDI DAN DISUKAI


Mengapa Abon Cabai Makin Disukai

Abon sudah menjadi salah satu makanan popular yang digemari hampir di seluruh pelosok nusantara. Aneka jenis abon berkembang sesuai dengan potensi daerah masing masing.Di beberapa daerah penghasil peternakan sapi dengan mudah didapatkan oleh oleh khas abon sapi, pun begitu abon dari ikan marlin di daerah pantai. Abon dengan rasanya yang gurih sedap sangat cocok di lidah . Sementara karena abon kering dan tahan lama, abon sering menjadi alternatif untuk dijual karena tidak mudah busuk.

Abon dalam kuliner Indonesia memang bukan lauk utama, fungsi abon lebih pada pelengkap makanan sehingga tampil sempurna. Abon akan menjadi pelengkap nasi kuning, nasi krawu atau olahan makanan lain. Yang lagi trend abon sekarang ditambahkan sebagai toping roti sehingga abon semakin popular. Abon terkadang menjadi solusi pengganti lauk ketika lauk utama belum siap. Seringkali jika bepergian jauh ke tempat lain, abon menjadi lauk instan yang sering dibawa selain sambal tentunya.

Abon banyak disukai bukan hanya karena rasanya yang gurih tapi praktis ekonomis. Dengan setoples abon misalnya, orang tak perlu lagi sibuk menyiapkan lauk. Cukup tabur dan nasi siap untuk dinikmati. Abon memang menambah rasa dalam sebuah sajian sehingga tampil sempurna. Yang lagi trend dan banyak diminati adalah bisnis pedas. Ide membuat abon cabai tampak semakin berkembang berkembang.  Beberapa merk besar abon cabai sering iklan di media mempengaruhi meningkatnta permintaan abon cabai. Kalau abon biasanya gurih, abon cabai pasti pedas sekaligus gurih sedap sehingga cocok sebagai pendamping nasi, tambahan bumbu oseng, makan mie bahkan abon cabai bisa menggantikan sambal cabe.

Abon pedas dari cabai pasti banyak mengundang selera karena rasa pedas sendiri sudah merupakan daya tarik luar biasa, hal ini dibuktikan makin berkembangnya aneka makanan dengan memakai kata pedas sebagai daya tarik. Abon cabe agar terlihat lebih unik boleh diberi level kepedasan sehingga orang yang tahan dengan level tertentu dianggap sebagai juara, atau memberi bumbu lainnya sehingga variasi abon cabe lebih banyak. Tak hanya menggunakan bahan cabe merah, cabe hijau dan jenis cabe khas daerah sebaiknya disebutkan secara jelas sehingga menjadi keunggulan. Bagi para petani cabai yang mendapat masalah saat panen raya, abon cabe adalah pengawetan yang cukup handal agar tidak merugi.

 

Abon Cabe Tampil Mempesona

Pengawetan dengan cara pengeringan membuat kandungan air dalam cabe akan berkurang banyak. Mengemas abon menjadi penting karena jenis kemasan yang dipilih juga menentukan tingkat keawetannya. Pilih kemasan yang tebal dan tahan terhadap suhu di luar sehingga abon tidak mudah berjamur dan mlempem. Bisa menggunakan toples PET, plastik tebal sampai aluminium foil. Kemasan akan melindungi abon dari bahaya kontaminasi dengan udara dan kotoran.

Ide kemasan abon cabe bisa menggunakan botol ukuran kecil dengan penutup yang bisa diputar sehingga cabe dapat dikeluarkan dengan sekali tekan. Menggunakan sachet kecil untuk sekali pemakaian juga perlu dipertimbangkan, yaitu buka abon, tabur langsung di makanan. Kemasan besar bisa menggunakan PET, toples kaca atau standing pouch. Abon cabe dibuat variasi yang banyak sehingga pembeli tidak bosan.

 

Resep Abon Cabe Rasa bawang putih

Bahan :

Cabe merah  besar kering     100 gr

Cabe kecil kering                    50 gr

Gula                                        50 gr

Kaldu ayam bubuk                 8 gr

Vitsin                                       2 gr

Bawang putih goreng             25 gr, blender halus

 

Cara Membuat :

Blender gula, kaldu ayam dan vitsin sampai halus. Cabe kering besar bisa dipotong kecil kecil atau langsung blender halus. Campurkan blendaran gula, cabe merah, caber rawit kecil. Aduk rata. Tambahkan minyak goreng sedikit dan panaskan api kecil aduk selama 20 menit sampai tercampur rata. Angkat. Tambahkan bawang putih. Abon cabe siap dikemas. Rasa bawang putih bisa diganti dengan rasa bawang atau rasa lainnya.

Tehnik Mengeringkan cabe dengan benar

Cabai kering yang baik dengan kadar air 5-8 %. Semua jenis cabe bisa dikeringkan. Jika cabai merah  besar dibelah. Dengan pembelahan, cabai memerlukan waktu pengeringan yang lebih singkat/pendek.

Cara Mengeringkan cabe dengan baik.

Pilih buah yang matang penuh, bagus dan tidak terserang penyakit. Jika masih muda kadang  menghasilkan produk cabai yang berwarna keputih-putihan.  Jangan menggunakan cabe yang busuk karena warnya menghitam dan rasa pahit. Setelah sortasi pemilihan, cabai dicuci dan dibelah. Pembelahan dilakukan agar waktu pengeringan lebih cepat dan akan menghasilkan cabai kering dengan warna yang lebih baik dibandingkan dengan cabai tanpa dibelah. Cabe kecil tidak perlu dibelah jika ingin terlihat utuh atau dijual utuh. Agar hasil cabe cemerlang lakukan pencelupan atau perendaman penggunaannyadengan merendam buah cabai yang akan dikerigkan ke dalam larutan kalium meta bisulfit(0,2 %) selama 5-6 menit. Untuk membuat 1 liter larutan meta bilsufit, ditimbang 0,2g, larutkan sedikit demi sedikit sodium meta bisulfit dengan air yang bersih, setelah semua larut dengan sempurna, tambahkan air ke dalam larutan sampai volume 1 liter.  Larutan metabisulfit bisa membantu mencerahkan warna cabai dan mencegah browning atau warna berubah hitam/coklat yang seringkali terjadi pada sayuran. Setelah dicelup cabe dikeringkan yakni dengan  menguapkan kandungan air pada cabai hingga jadar airnya kurang lebih 5-8% untuk mencapai kadar air tersebut, waktu pengeringan yang dibutuhkan 20 – 25 jam (cabai utuh) dan 10 – 25 jam (cabai di belah). Suhu pengeringan yang digunakan adalah 60 derajat Celsius jika dilakukan dengan menggunakan oven. Jika dipanaskan di sinar matahari butuh waktu antara 2-3 hari. Setelah kering cabe bisa disimpan di kemasan tertutup dengan suhu antara 0-30 derajat Celcius.

 

 

 

Perhitungan harga Abon Cabe bawang putih
 Bahan
 Q'ty/gr
 Harga/kg
 Biaya/Rp
 Cabe merah  besar kering
                  100,00
                75.000,00
                          7.500,00
 Cabe kecil kering
                   50,00
                45.000,00
                          2.250,00
 Gula
                   50,00
                12.000,00
                              600,00
 Kaldu ayam bubuk
                     8,00
                45.000,00
                              360,00
 Vitsin
                     2,00
                30.000,00
                                60,00
 Bawang putih goreng
                   25,00
                70.000,00
                          1.750,00
 minyak goreng
                   25,00
                12.000,00
                              300,00
 Jumlah
                        260,00
 
                        12.820,00
 Hasil Jadi
                        250,00
 Harga 1 kg
                        51.280,00

 

Analisa Penjualan Bolu per hari omzet 75 pack x 50 gr = 3,75 kg
 Biaya Operasional
 Biaya bahan  
 Rp.
                     192.300,00
 Kemasan  @ 2500 x 50
 Rp.
                     125.000,00
 biaya tenaga kerja
 Rp.
                        40.000,00
 Biaya bbm/elpiji
 Rp.
                          7.000,00
 Transport dll
 Rp.
                          4.000,00
 Jumlah Biaya operasional
 Rp.
                     368.300,00
 Harga pokok per pack
 Rp.
                          4.910,67
 Harga jual per pack
 Rp.
                          8.500,00
 Omzet
 Rp.
                     637.500,00
 Asumsi Keuntungan = Omzet - Biaya Operasional
 Rp.
                     269.200,00

 
dimuat di harian surya Surabaya

0 komentar