BISNIS FASTFOOD BENTO KAKI LIMA : SAJIAN EKKADO BEKU « YuyunAnwar.Com
pelatihan-kuliner-yuyun-anwar

Minggu, 11 November 2012

BISNIS FASTFOOD BENTO KAKI LIMA : SAJIAN EKKADO BEKU



Fastfood Jepang  Kaki Lima Banyak yang minta
Fastfood atau dalam terjemahan sederhana bisa disebut siap saji atau cepat saji merupakan jenis makanan yang diimport dari luar negeri. Makanan yang awalnya banyak dikonsumsi di Amerika ini lahir sebagai respon dari berkembangnya gaya hidup baru. Gaya hidup yang menginginkan kemudahan dan kepraktisan dalam penyajian makanan. Tumbuhnya kelas tenaga kerja terutama wanita, menjadikan permintaan akan makanan yang siap saji bertambah besar. Waktu yang sempit karena lebih banyak untuk bekerja di luar membuat mereka tidak punya waktu lagi untuk masak di rumah.
Sedikit berbeda dari fastfood ala amerika, fastfood bento jepang lebih bervariasi. Jika fastfood  Amerika didominasi bahan daging sapi atau ayam, maka bento banyak variasi pada menu seafood.  Cara penyajian juga berbeda. Bento biasanya menggunakan wadah khusus ala jepang yang sudah disekat sekat tersendiri sehingga lauk, nasi dan sayur menempati wadah tersendiri. Bento Jepang terkesan lebih segar dan variatif. Cara penyajian tetap sama yakni cepat dan praktis. Penamaan makanannya juga banyak menggunakan istilah jepang.
Fastfood dari jepang banyak menyebar dan menjadi trend yang banyak ditiru. Sepaket masakan ala jepang yang disajikan lengkap nasi lauk dan sayur untuk makan siang atau malam menjadi alternatif yang disukai orang. Namun selama ini masakan fast food jepang banyak dikelola resto modern multinasional sehingga harganya kurang terjangkau. Di luar sana banyak konsumen yang ingin menikmati fastfood jepang dengan harga terjangkau. Saat ini mulai banyak bertebaran fast food jepang ala gerobakan yang dijual di kaki lima. Ide ini bisa saja kita lakukan sendiri dari dapur. Tidak diperlukan teknologi dan investasi yang besar, hanya mesin freezer dan gerobak sederhana untuk berjualan. Mengusung fastfood jepang ke kaki lima adalah alternatif cerdas untuk membidik konsumen kelas menengah bawah yang juga membutuhkana makanan ini.

Memilih Ekkado sebagai lauk Bento Jepang
Untuk membuat usaha Bento Jepang ini benar benar cepat saji, maka bahan makanan harus dibuat produksi setengah jadi di rumah. Makanan yang setengah jadi diproduksi di rumah dan disimpan beku di freezer. Di outlet/counter, penjaga tinggal memanaskan ulang dalam beberapa menit dan langsung disajikan ke konsumen. Salah satu lauk favorit adalah ekkado yakni olahan dari udang ikan yang diisi dengan telur dan dibunkus dengan kulit tahu. Ekkado sangat populer karena sudah dikenalkan oleh salah satu resto fastfood jepang yang punya nama di Indonesia. Otomatis harga jualnyapun tidak boleh terlalu mahal sehingga perhitungannya harus menggunakan bahan yang cukup ekonomis karena pembelinya dari kelompok menengah bawah.
Stok Ekkado yang dibuat sebaiknya disimpan dengan baik yakni dalam kondisi beku dan dibungkus rapat dengan plastic tahan dingin. Untuk penjualan di counter/outlet cukup di kirim sesuai dengan target penjualan paket per hari atau beberapa sekali. Di counter disedikan freezer khusus yang akan menyimpan makanan siap jadi. Sistim produksi dan stok ini sangat efektif karena begitu praktis dan jika ada permintaan lebih maka tidak akan bingung.
Agar Adonan ekkado bisa ekonomis dan terjangkau, sebaiknya menggunakan teknik adukan cepat rantai dingin sehingga bisa menambhankan sejumlah es batu yang cukup banyak dan mutu adonan tetap terjaga baik untuk mengurangi kerusakan. Teknik ini sangat cocok bagi yang ingin menjual nya dengan harga ekonomis.

Resep Ekkado Ekonomis Adukan Cepat Rantai Dingin

Bahan :
100 gr udang kupas
200 gr ikan tanpa duri dan kulit
175 gr  es
75 gr tapioca
3 siung bawang putih
½ sdt fosfat makanan (stpp)
½ sdt merica
1 batang bawang daun, rajang halus
1 sdm minyak wijen
1 sdm gula
1 sdt garam
20 butir telur puyuh yang sudah direbus, kupas, untuk isi bagian dalam
1 lembar kulit tahu dipotong menjadi 12 x 12 cm
10 lembar daun kucai yang sudah dicelup air panas, untuk mengikat

Cara Membuat :
Potong kulit tahu sesuai ukuran. Bersihkan garam yang melekat dengan lap basah. Sisihkan.

Siapkan food processor, masukkan  udang, ikan, es dan fosfat lalu aduk sampai tercampur rata dengan menggunakan kecepatan tinggi. Masukkan tepung dan bumbu. Aduk lagi sampai rata. Angkat. Masukkan rajangan daun bawang dan minyak wijen. Aduk dengan spatula.

Ambil 30 gr adonan, letakkan di tengah bagian kulit tahu, isi dengan 1 butir telur puyuh. Bulatkan sehingga telur puyuh ada di tengah. Bungkus dengan menggunakan kulit tahu. Ikat bagian ujung dengan daun kucai. Lakukan sampai adonan habis.
Siapkan pengukus. Kukus ekkado selama 20-30 menit sampai matang. Angkat dan dinginkan.
Jika ingin menghidangkan, goreng dalam minyak panas selama 5-7 menit sampai kuning keemasan. Sajikan dengan nasi hangat dan salad.* resep di up date dari buku wirausaha fastfood popular, tulisan yuyun a, agromedia pustaka.

Perhitungan Harga Ekkado Per biji

Bahan
Q'ty
Harga/kg
Biaya/Rp
Daging udang
                        100.00
                60,000.00
                          6,000.00
daging ikan
                        200.00
                40,000.00
                          8,000.00
es batu
                        175.00
                      125.00
                                21.88
tapioca
                          75.00
                   6,500.00
                              487.50
bawang putih
                          15.00
                12,500.00
                              187.50
fosfat makanan
                             1.00
                35,000.00
                                35.00
Merica bubuk
                             1.00
                45,000.00
                                45.00
bawang daun
                          15.00
                10,000.00
                              150.00
minyak wijen
                             5.00
                75,000.00
                              375.00
gula
                          10.00
                12,000.00
                              120.00
garam
                          12.00
                   1,500.00
                                18.00
telur puyuh
                        200.00
                20,000.00
                          4,000.00
kulit tahu
 1 lembar=20 biji

                          5,000.00
daun kucai
                          25.00
                10,000.00
                              250.00
Total
                        834.00

                        24,689.88
Hasil jadi 20 buah



Harga per buah


                          1,234.49



Analisa Usaha Penjualan Paket BENTO EKKADO NASI, 2 ekado, salad dan nasi, 50 paket per hari
 Biaya Operasional



 biaya bahan  ekado

 Rp.
                     123,449.38
 Kemasan kotak @500

 Rp.
                        25,000.00
 Nasi

 Rp.
                        50,000.00
 salad

 Rp.
                        15,000.00
 sambal sachet

 Rp.
                          7,500.00
 Tenaga kerja 1 orang

 Rp.
                        35,000.00
 Biaya bahan Bakar dan listrik

 Rp.
                          2,000.00
 minyak goreng

 Rp.
                          5,000.00
 Biaya sewa tempat per hari

 Rp.
                        10,000.00
 Jumlah Biaya operasional

 Rp.
                     272,949.38
 Harga pokok per pack

 Rp.
                          5,458.99
 harga jual per pack

 Rp.
                          9,500.00
 omzet per hari

 Rp.
                     475,000.00
 keuntungan = omzet - biaya operasional

 Rp.
                     202,050.63
 *tulisan pernah dimuat di harian surya surabaya jawatimur

0 komentar